Warga Waswas Keberadaan Limbah B3, PT Toba Pulp Lestari (TPL) Beri Penjelasan Begini

Itu bukan limbah, yang kedua itu sudah ada ijin dari pemerintah dan sudah sesuai aturan. Wakil bupati pun sudah datang meninjau

Warga Waswas Keberadaan Limbah B3, PT Toba Pulp Lestari (TPL) Beri Penjelasan Begini
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Timbunan yang diduga Limbah berbahaya (ditutup terpal warna biru) milik PT TPL meresahkan warga di Desa Sosor Ladang Pangombusan. 

 Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, TOBASA-Warga Desa Sosorladang Pangombusan Kecamatan Parmaksian Tobasa yang tinggal bersebelahan dengan pabrik kertas PT Toba Pulp Lestari (TPL) gelisah. Pengolahan limbah PT TPL yang tak jauh dari tempat tinggal mereka diduga membawa dampak yang tak baik pada warga, seperti saat ditemui di Desa Sosorladang Pangombusan Selasa (6/3/2018).

Warga setempat, Rudi Napitululu mengatakan lingkungan mereka terancam bahaya akibat adanya pencemaran lingkungan dan limbah Bahan Berbaya Dan Beracun (B3) pabrik tersebut. Disebutnya, terjadi penimbunan limbah antara lain, dregs b412, Grifs Lumpur kapur (Lie Mud) Jenis B351/1 dan limbah dasar (Bottom ash).

"Persoalan limbah ini sangat menggangu masyarakat. Dan yang jelas itu juga melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) menurut kami,"jelasnya.

Amatan Tribun di lokasi, limbah-limbah mengumpal terlihat ditimbun dan sebagian ditutup terpal warna biru. Limbah tersebut berwarna hitam dan memiliki bintik-bintik putih mengeluarkan bau menyengat. Cirinya, apabila kena tangan maka akan terada panas dan gatal-gatal.

Tanaman warga di sekitar lokasi terlihat meranggas, serta buahnya kerdil menguning. Rudi menjelaskan, posisi penimbunan itu, tepat di Desa Sosorladang Pangombusan Kecamatan Sosor Ladang dan Desa Tangga Batu I. Kemudian, penampungan limbah yang baru tidak jauh dari pemukiman masyarakat. Hanya berkisar kurang lebih lima meter tepatnya sekitar penimbangan di Jalan Ir Bisuk Siahaan.

Kata Rudi, managemen perusahaan terkesan sepele terhadap kepada masyarakat. Bahkan,  sampai saat ini limbah itu blum dirilis TPL dan masyarakat tidak mengetauhui.

"Kita berpatokan kepada limbah B3. Kelihatan arogansi perusahaan yang tidak peduli lingkungan. TPL tidak ada memberitahu atau rilis, dan mereka hanya menyebut punya ijin melakukan penimbunan di lahan itu,"ujarnya. 

Baca: Terima Pendemo, Kejati Sumut Jelaskan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Taman Batu Raja

Baca: Demokrat Targetkan Pasangan JR-Ance Menang di Binjai

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved