Advertorial

One Day Ch’an: Membangun Karakter Insan yang Meditatif

Meditasi adalah latihan membangun karakter untuk menjadi lebih sadar sehingga membawa penyadaran, kebijaksanaan dan kebahagiaan

One Day Ch’an: Membangun Karakter Insan yang Meditatif
ist
Meditasi Chan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Meditasi adalah latihan membangun karakter untuk menjadi lebih sadar sehingga membawa penyadaran, kebijaksanaan dan kebahagiaan dalam batin kita sendiri tanpa harus bergantung pada hal apapun di luar.

Komunitas Chan Indonesia akan melaksanakan workshop meditasi fullday mengusung topik “Character Building” di Vihara Dharma Wijaya, Jalan Dr Wahidin No 107/265 Medan, Minggu, tanggal 18 Maret 2017 mulai jam 08.00-17.00 WIB. Workshop gratis ini terbuka untuk semua kalangan dan pendaftaran dibuka mulai tanggal 05 Maret dan terbatas hanya untuk 50 peserta. Ketua Panitia Kurniady Halim mengatakan workshop ini akan dipimpin oleh Sri Lestari, praktisi senior Chan dari Jakarta. Sri berguru pada tiga Chan Master yaitu Guo Jun, Guo Yuan, dan Chi Chern, para pewaris silsilah dari Chan Master Shengyen, pendiri Dharma Drum Mountain, Taiwan.

Selain aktif sebagai fasilitator senior dalam Komunitas Chan Indonesia, Sri juga seorang praktisi dan guru yoga dari aliran Iyengar. Ia juga praktisi taichi bergaya Manchuria dan praktisi meditasi teh Jepang dari aliran Urasenke, sebuah aliran meditasi teh tertua dan terbesar di Jepang. Disamping aktivitasnya di dunia sosial, Sri yang pendidikan terakhirnya adalah di Graduate School of Journalism, UC Berkeley, AS, juga merupakan pendiri dan direktur sebuah perusahaan konsultan komunikasi di Jakarta yang beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan konsultan komunikasi terbaik di Indonesia.

“Manusia modern saat ini juga rentan dengan stress oleh karena pikirannya yang selalu terpencar dan mengembara. Pikiran orang jaman sekarang kian tidak bahagia dan sangat terasing dari tubuhnya sendiri. Saat tubuh melakukan sesuatu, pikiran kita terus simpang siur diombang-ambingkan oleh berbagai stimulan eksternal maupun mood sesaat. Kalaupun ada saat kita mencoba agar pikiran kita mindful akan tubuh, namun ia tetap bersifat dualistik: terpisah, berhadap-hadapan atau bahkan saling bertentangan satu sama lain. Tak pernah sesaat pun kita bisa mengalami manisnya pikiran yang tenang, lapang dan damai.” Salah satu manfaat meditasi adalah untuk meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Tetapi seringkali para praktisi meditasi yang telah berlatih lama merasa tidak mengalami perubahan apa pun. Sedangkan mereka yang banyak menemui masalah dalam hidup, kemudian belajar meditasi, tetapi tetap tak merasakan perubahan juga. Kemajuan dalam meditasi dan kehidupan sehari-hari tergantung dari bagaimana kita mengatur pikiran kita sendiri. Meditasi adalah latihan membangun karakter untuk menjadi lebih sadar sehingga membawa penyadaran, kebijaksanaan dan kebahagiaan dalam batin kita sendiri tanpa harus bergantung pada hal apapun di luar.

“Hidup yang mandiri, bebas, dan berdaulat, menurut Sri inilah tujuan berpraktik meditasi Chan. Menurutnya lagi, dalam keseharian yang dipenuhi dengan serentetan aktivitas yang begitu cepat, bahkan boleh dibilang hampir tanpa jeda, orang-orang modern makin menjauh dari ‘diri sejati’-nya sendiri,”.

Meditasi Chan

Aliran meditasi Chan sendiri, kata Kurniady, berasal dari Tiongkok yang kemudian berkembang dan meluas hingga ke Jepang dan dikenal sebagai Zen, dan berkembang ke Vietnam dan dikenal sebagai Thien dan ke Korea dikenal sebagai Son.

Meditasi Chan dapat membawa para praktisinya untuk bisa menjalani hidupnya secara lebih cerdas dan effektif. Dalam meditasi Chan kita mempelajari konsep dan metode meditasi secara sistematis dimulai dari hal yang paling mendasar yakni penyelarasan tubuh, nafas dan pikiran antara lain dengan meditasi gerak.

Sebelum dan sesudah melakukan meditasi duduk, selalu diawali dengan melakukan gerakan yoga dan pemijitan seluruh tubuh dari kepala sampai kaki. “Sebelum menggunakan obyek pernafasan, karena nafas kita sangat halus, Anda harus memulai memeriksa dan merasakan sensasi tubuh Anda dari kaki sampai kepala, memeriksa dan menyadari otot-otot yang masih tegang, kemudian membuat otot-otot tersebut menjadi rileks. Setelah Anda merasa rileks dan nyaman, baru Anda bisa menggunakan keluar masuknya nafas sebagai obyek meditasi dengan menghitung satu sampai sepuluh,”.

Bagi yang berminat untuk mengikuti workshop ini dapat menghubungi 0823 67523398 dan 0812 6044853.

Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved