BIKIN GERAM! Gus Solah Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembubaran Paksa Aksi Antikorupsi

Tokoh NU ini menyesalkan tindakan sekelompok orang yang berusaha membatasi ruang penyampaikan aspirasi penegakan hukum di Kabupaten Tobasa.

BIKIN GERAM! Gus Solah Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembubaran Paksa Aksi Antikorupsi
Tribun Medan/Arjuna
Sejumlah OTK saat membubarkan paksa aksi unjuk rasa anti korupsi di depan Kantor Kejari Tobasa, Jumat (9/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 
TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Tindakan premanisme bukan saja terjadi terhadap Rudi, Presidium Forum Pemuda Toba. Rekannnya yang tergabung dalam wadah FPT saat tengah menggelar aksi pada Jumat 9 Maret berkaitan kampanye anti korupsi di depan Kantor Kejari Tobasa juga diganggu.

Menaggapi hal ini, Tokoh Nasional sekelas KH Salahudin Wahid (Adik Kandung Alm. Gusdur) inisiator Gerakan Daulat Desa (GDD) mengecam tindakan tersebut.

Dihubungi melalui Telepon Selular, pria yang akrab dipanggil Gus Solah mengatakan aksi penyerangan dan pemukulan terhadap pegiat antikorupsi merupakan bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dan pembungkaman demokrasi.

Tokoh NU ini menyesalkan tindakan sekelompok orang yang berusaha membatasi ruang penyampaikan aspirasi penegakan hukum  di Kabupaten Tobasa.

”Itu sangat kita sesalkan. Apalagi, sewaktu aksi unjukrasa Rudi dan kawan-kawan dibubarkan sekelompok orang. Saran saya, kelompok yang membubarkan itu harus diproses secara hukum,” sebutnya melalui sambungan telepon, Minggu (11/3/2018).

Baca: Inilah Otak Albert Einstein Disimpan di Museum, Mengejutkan Hal yang Tidak Biasa pada Otaknya!

Baca: Aksi Antikorupsi di Kejari Tobasa Dibubarkan Paksa oleh Segerombolan OTK, Tonton Videonya

Gus Solah pembina Pesantren Tebu Ireng Jombang Jawa Timur ini menambahkan, bahwa gerakan anti korupsi harus berjalan secara sistematis di tengah-tengah masyarakat.

Siapapun kelompok yang menghalangi upaya pemberatantasan korupsi, maka bisa disinyalir adalah bahagian dari pelaku korupsi yang tidak ingin Negara ini bebas dari tindakan atau prilaku korup yang dilakukan oknum-oknum di birokrasi pemerintahan.

Sebab peristiwa pemukulan itu, berkaitan dengan rencana aksi unjukrasa supaya pihak Kejaksaan Negeri Tobasa mengusut tuntas dugaan korupsi di Pemkab Tobasa.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved