Home »

Sumut

Merasa Dizalimi, JR Serahkan Perkara Pencalonan Pilgub ke PT TUN

JR menegaskan akan memidanakan KPU jika tetap menyatakan dirinya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pencalonan Gubernur

Merasa Dizalimi, JR Serahkan Perkara Pencalonan Pilgub ke PT TUN
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
JR Saragih mengunjungi warga di Nagori Lingga Gunung Malela, Selasa (13/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Jopinus Ramli Saragih merasa sejak awal pencalonan dizalimi.

Ia pun telah menempuh jalur hukum, menggugat KPU hingga dikabulkan sebagian tuntutannya oleh Bawaslu Sumut.  Seperti diketahui, pencalonan JR terganjal terkait masalah legalisir ijazah SMAnya yang langsung dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS) Calon Gubernur Sumatera Utara.

JR pun merunut jejak rekam langkah politiknya yang dipermasalahkan KPU. Di mana ia telah memenuhi arahan Bawaslu Sumut untuk meleges ulang ijazah SMA.

"Masyarakat semua mengetahui, dalam pencalonan, terus terang saja disakiti sesungguhnya. Di mana kita mencalon langsung dibilang tidak memenuhi syarat. Itu kita buktikan, yang tanggapan orang miring bahwa ijazah saya tidak benar ternyata ijazah saya benar dan sudah dileges," kata JR Saragih di Nagori Lingga Kecamatan Gunung Malela, Selasa (13/3/2018).

Baca: Viral Video Anggota Dewan Diusir Seorang Bule Saat Masuk Pulau Surga di Mentawai

Baca: Cagub Djarot Kunjungi Makam Pahlawan Nasional Garamata di Kaki Gunung Sinabung

JR menjelaskan, saat ini tinggal menunggu keputusan KPU Sumut yang sudah diputuskan Bawaslu Sumut sesuai hasil sidang gugatan. Di mana putusan Bawaslu, apabila ijazah sudah dileges JR yang berpasangan Ance Selian dimasukan kembali menjadi calon Gubernur Sumatera Utara.

"Di mana putusan Bawaslu, apabila ijazah sudah dileges dimasukan kembali menjadi calon. Untuk itu saya memohon doa restu teman-teman, masyarakat Simalungun dan Sumatera Utara, termasuk teman-teman pers agar mendoakan kami sekeluarga supaya tegar menghadapi segala suka dan duka ini untuk kebaikan maayarakat Sumatera Utara," ungkap JR Saragih.

JR menegaskan akan memidanakan KPU jika tetap menyatakan dirinya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pencalonan Gubernur Sumatera Utara. Saat ini JR telah menempuh jalur hukum dengan menyerahkan perkara ke PTTUN.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif DPD Demokrat Sumut Siverius Bangun mengatakan, ijazah SMA milik JR Saragih hilang jelang proses legalisasi ulang ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, kata Silverius, pihaknya menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah setelah melaporkan kehilangan ijazah itu ke Kepolisian Resort Metropolitan Jakarta Pusat Sektor Metropolitan Kemayoran.

"Iya (hilang). Tanggal 5 (hilangnya) saat kita mempersiapkan legalisir di Jakarta. Di Jakarta hilangnya," kata Silverius kepada Tribun Medan, Senin (12/3/2018).(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help