Alamak

Polri dan FBI Tangkap 3 Mahasiswa IT Jaringan 'Surabaya Black Hat' Peretas 600 Website di 40 Negara

Tiga orang peretas 600 website di 40 negara ternyata mahasiswa IT di salah satu kampus di Surabaya

Polri dan FBI Tangkap 3 Mahasiswa IT Jaringan 'Surabaya Black Hat' Peretas 600 Website di 40 Negara
Kompas.com/Sherly Puspita
tiga tersangka dalam kasus peretasan website di 40 negara, Surabaya Black Hat yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur yang telah tiba di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018). 
TRIBUN-MEDAN.COM - Tiga orang peretas 600 website di 40 negara ternyata mahasiswa IT di salah satu kampus di Surabaya, Jawa Timur.
Mereka mendapat julukan "Surabaya Black Hat" (SBH).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, jaringan peretas ini beranggotakan 600 hingga 700 orang yang tersebar di berbagai daerah. Namun, pihak kepolisian baru menangkap tiga orang.

"Jadi targetnya memang ada enam orang (tersangka) utama, tapi kemarin hanya menangkap tiga. Inisialnya NA, ATP dan KPS. Ketiganya ini umurnya sekitar 21 tahun dan pekerjaannya adalah mahasiswa di bidang IT," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).

Menurut Argo, enam orang yang diincar merupakan tersangka utama.

Selain meretas website luar negeri, mereka juga meretas beberapa perusahaan yang ada di Indonesia.

Argo mengatakan, penangkapan tiga pelaku bermula dari kerjasama antara Polda Metro Jaya dengan IC3 (Internet Crime Complaint Center) dari Federal Bureau of Investigation (FBI) yang merupakan badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ).

"Jadi di Amerika sana ada data bahwa ada peretasan sistem elektronik yang dilakuakan oleh sekelompok orang di Indonesia. Jadi kelompok itu sudah meretas 40 negara dan ada 3.000 sistem elektronik yang diretas," ujarnya.

Setelah dilakukan analisis dan evaluasi (anev), Polda Metro menemukan adanya kelompok peretas di daerah Surabaya, Jawa Timur.

Kepada polisi, tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang telah melakukan peretasan terhadap kurang lebih 600 website di dalam dan luar Indonesia.

Dari tersangka diamankan sejumlah barang bukti seperti laptop, gadget, dan modem.

"Yang bersangkutan KPS, mengaku meminta sejumlah uang melalui metode pembayaran akun PayPal dan Bitcoin dengan alasan biaya jasa," kata dia.

Tersangka lain berinisial NA juga mengaku sebagai anggota SBH dan telah meretas sekitar 600 situs web di dalam maupun luar Indonesia dengan meminta uang tebusan yang sama, yaitu melalui akun PayPal dan Bitcoin.

Para pelaku terancam dikenai Pasal 30 jo 46 dan atau pasal 29 jo 45B dan atau 32 Jo Pasal 48 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, dan 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). (*)

Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: Hacker yang Retas 600 Website di 40 Negara Ternyata Mahasiswa IT Jaringan "Surabaya Black Hat"

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help