Utang Indonesia Bengkak jadi Rp 4.800 Triliun, Apa Kata Tommy Soeharto? Lima Fakta Wajib Kita Tahu

Utang luar negeri naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2016, ULN Indonesia 'hanya' naik sebesar 3%.

Utang Indonesia Bengkak jadi Rp 4.800 Triliun, Apa Kata Tommy Soeharto? Lima Fakta Wajib Kita Tahu
Tribun-Medan.com/Domu D Ambarita
Jalan tol Kualanamu - Sei Rampah di Sumatera Utara. Foto diambil Minggu (4/2/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Berbagai silang pendapat bermunculan setelah Bank Indonesia mengumumkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, tahun 2017, mencapai lebih Rp 4.000 triliun.

Ada yang menyebut jumlah tersebut masih dalam batas aman, tetapi ada pula yang berkata tidak.

Berikut lima hal yang perlu Anda ketahui terkait Utang Luar Negeri Indonesia.

Mengapa jumlahnya sangat banyak?
Pada data yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) Februari lalu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia 2017 silam mencapai US$352,2 miliar atau sekitar Rp4.849 triliun (kurs Rp13.769).

Jumlah itu naik 10,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai gambaran, pada 2016, ULN Indonesia 'hanya' naik sebesar 3%.

Peningkatan ULN ini cukup drastis karena "sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif pemerintah lain", ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, dalam keterangan resminya. 

saham

Mayoritas Utang Luar Negeri Indonesia tahun 2017 adalah dalam bentuk Surat Utang/AFP.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan bahwa untuk membangun infrastruktur di berbagai penjuru negeri pada 2015-2019, Indonesia membutuhkan anggaran sekitar Rp 5.000 triliun.

"Biaya itu tidak bisa semuanya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau APBD, sehingga pemerintah mencari jalan lain, yaitu menarik investasi dari luar negeri dengan menerbitkan surat utang," ungkap Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Baca: Kabar Artis Syahrini Dapat Hadiah dari H, Haji Kalimantan atau Hotman Paris, Apa yang Sebenarnya?

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help