Untuk Mengalahkan Jokowi, Partai Gerindra Berharap Pilpres 2019 Seperti Pilkada DKI 2017

Presiden Joko Widodo akan lebih mudah dikalahkan jika pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang diikuti tiga pasangan calon.

Untuk Mengalahkan Jokowi, Partai Gerindra Berharap Pilpres 2019 Seperti Pilkada DKI 2017
(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, saat menghadiri kampanye Partai Gerindra di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (23/3/2014) lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Presiden Joko Widodo akan lebih mudah dikalahkan jika pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang diikuti tiga pasangan calon.

Dalam skenario itu Ferry berharap, nanti tak ada pasangan calon yang mendapatkan 50 persen suara sehingga pilpres dilanjutkan ke putaran kedua.

Di ronde kedua itulah, Ferry berharap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa mengalahkan Jokowi.

"Jadi seperti Pilkada DKI," kata Ferry dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (3/3/2018).

Dalam Pilkada DKI 2017, ada 3 pasangan calon yang bertarung, yakni Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.
Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.

Di putaran pertama, pasangan Ahok-Djarot yang merupakan petahana keluar sebagai pemenang.

Namun pasangan yang diusung koalisi PDI-P, Golkar, dan Nasdem tersebut tak mendapatkan 50 persen suara sehingga pilkada dilanjutkan ke putaran kedua.

Di putaran kedua, Anies-Sandi yang diusung Partai Gerindra mengalahkan Ahok-Djarot.

Menurut Ferry, saat ini kondisinya cukup mirip, dimana Jokowi sebagai petahana juga tak mendapat dukungan lebih dari 50 persen masyarakat. Hal itu terlihat dari berbagai survei.

"Lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia saat ini ingin presiden baru," kata Ferry.

Halaman
12
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help