Anak Seorang Pemborong Bangunan Jadi Kanit Reskrim Polsek Medan Area

Rudianto Silalahi adalah seorang anak dari pemborong bangunan. Tapi, semangat orang tuanya memberikan

Anak Seorang Pemborong Bangunan Jadi Kanit Reskrim Polsek Medan Area
Rudianto Silalahi, anak seorang pemborong bangunan yang sukses menjadi Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Kota Medan, Senin (19/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN -Rudianto Silalahi adalah seorang anak dari pemborong bangunan. Tapi, semangat orang tuanya memberikan kepercanyaan diri padanya untuk bisa jadi apa saja membuatnya memiliki semangat mengejar cita-cita dan kini menjadi Kanit Reskrim Polsek Medan Area hingga sekarang.

Perjalanan menjadi seorang polisi memang tidak mudah. Rudi yang yang hanya anak dari pemborong bangunan tidak menyangka menjadi seorang polisi. Ia mengatakan profesi orang tuanya hanya seorang pemborong, tetapi dengan tekad yang kuat, ia pun menjadi seorang polisi.

"Dulu memang saya ingin jadi polisi. Walau pun orang tua hanya pemborong bangunan, saya tetap yakin bisa menjadi seorang polisi. Buktinya sekarang saya menjadi polisi," ujarnya kepada Tribun Medan di Ruangan Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Senin (19/3/2018).

Rudi adalah alumni SMA Markus angkatan 1991. Setelah ia tamat SMA ia memulai petualangannya di dunia kepolisian. Ia mendaftar polisi khusus Bintara tahun 1992.

"Saya melamar polisi di Medan, tepatnya di Sampali. Saya ngambil Bintara dan lolos dengan pangkat serda (sersan dua)," ujarnya lagi.

Ia pun mengungkapkan bahwa menjadi seorang polisi adalah sebagai pilihan hidup. Setelah lulus dari rekrutmen polisi, ia pun ditugaskan di Polres Nias sebagai Intel Reskrim. Menurutnya, dalam penugasan pertama memiliki kenangan yang luarbiasa.

"Waktu itu di Nias kalau ada penangkapan ya harus jalan kaki, karena itu perkampungan. Lagi pula di daerah itu rata-rata di pegunungan. Jadi harus serba siap setiap harinya, dan saya di situ ditugaskan selama 3 tahun," jelasnya lagi.

Anak ke 5 dari 6 bersaudara ini mengungkapkan bahwa menjadi seorang polisi harus jadi pengayom dan pelayan.

"Polisi itu hebat kerjanya. Sebagai pengayom dan melayani masyarakat. Kalau pun ada polisi yang nakal, itu kan hanya oknum-oknumnya saja. Menjadi seorang polisi itu adalah tugas yang paling mulia," ucapnya kepada Tribun Medan.

Halaman
12
Penulis: Frengki Marbun
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help