Sudut Danau Toba dari Parapat, Melihat Keajaiban Batu Gantung

Saat menyeberang dari Parapat, Simalungan Sumatera Utara ke Samosir, ada Batu Gantung yang berada di

Sudut Danau Toba dari Parapat, Melihat Keajaiban Batu Gantung

TRIBUN-MEDAN.COM- Saat  menyeberang dari Parapat, Simalungan Sumatera Utara ke Samosir, ada  Batu Gantung yang berada di pinggir tebing menjadi daya pikat wisatawan saat menyusuri atau menyeberang ke pulau Samosir.

Pasalnya, kapal akan melambat dan sedikit merapat ke sebuah tebing dimana batu gantung bisa dilihat dengan jelas.

Ada sebuah batu berukuran sebesar manusia dapat tergantung dan menempel kokoh di sebuah tebing yang menjulang tinggi serta danau di bawahnya.

Konon jaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba hiduplah sepasang suami-isteri dengan seorang anak perempuannya Seruni.

Baca: Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Posting Foto Saat Bersama, Captionnya Juga Sama

Beberapa hari terakhir Seruni selalu tampak murung. Hal ini disebabkan karena Sang Ayah akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang masih tergolong sepupunya sendiri. Padahal, ia telah menjalin hubungan asmara dengan seorang pemuda di desanya.  Tidak tahu harus berbuat apa, dan mulai berputus asa. Ia pun ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Danau Toba dengan membawa anjing peliharaannya, Toki.

Tebing tempat batu gantung di Danau Toba. Batu Gantung yang menyerupai sosok manusia terjun terletak di lekukan tebing bagian atas.
Tebing tempat batu gantung di Danau Toba. Batu Gantung yang menyerupai sosok manusia terjun terletak di lekukan tebing bagian atas. (Tribun Medan/Silfa Humairah)

Saat berjalan ke arah tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terperosok ke dalam sebuah lubang batu besar hingga masuk ke dasarnya.

Sudah sangat putus asa tidak bisa minta tolong pada siapapun. Seruni lebih memilih mati di dalam lubang, katanya dalam hati. Tiba-tiba dinding-dinding lubang tersebut mulai merapat.

“Parapat…! Parapat batu!” seru Seruni agar dinding batu semakin merapat dan menghimpit tubuhnya.

Melihat kejadian itu Si Toki langsung berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah Si Toki segera menghampiri orang tua Seruni dengan menggonggong, mencakar-cakar tanah dan mondar-mandir di sekitar majikannya, Si Toki berusaha memberitahukan bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.

Halaman
1234
Penulis: Silfa Humairah
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help