Pegawai Suzuya Siantar Minta Hapuskan Sistem Kontrak dan Gaji di Bawah UMK

Puluhan pegawai PT. Suzuya di Jalan Sutomo Kecamatan Siantar Barat kembali menggelar aksi unjukrasa.

Pegawai Suzuya Siantar Minta Hapuskan Sistem Kontrak dan Gaji di Bawah UMK
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Pegawai PT Suzuya memdemo pihak manajemen terkait sistem buruh kontrak dan gaji di bawah UMK, Jumat (23/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, SIANTAR - Puluhan pegawai PT. Suzuya di Jalan Sutomo Kecamatan Siantar Barat kembali menggelar aksi unjukrasa.

Pegawai PT. Suzuya berorasi meminta hak mereka yang selama ini belum terpenuhi terkait mutasi secara sepihak dan buruh kontrak di Jalan Sutomo Kecamatan Siantar Barat, Jumat (23/3/18).

Puluhan pekerja dikomandoi pengurus Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI). Pekerja membawa sejumlah poster yang ditulis berbagai tuntutan yang belum terpenuhi.

Ramlan Sinaga selaku Ketua DPC SBSI Kota Siantar mengatakan, pegawai PT Suzuya meminta beberapa.

Yakni, stop pembodohan kepada Karyawan dan berikan hak gaji sesuai dengan UMK Kota Siantar, mendaftarkan BPJS seluruh tenaga kerja, dan menghapuskan sistem buruh kontrak.

Baca: Polisi Tangkap Tangan Bajing Loncat saat Kutip Barang Curian di Langkat

"Pemberian cuti kepada karyawan, lembur yang dianggap hanya sebatas loyalitas pekerja oleh PT Susuzya, serta kontrak kerja yang menurut mereka tidak jelas. Kami minta kejelasan hak pegawai PT Suzuya," kata Ramlan.

Bagian Personalia, PT Sujuya Kota Pematangsiantar Alfrendo Hutagalung dituding melakukan pemalsuan data kontrak karyawan. Hal ini menjadi satu hal yang diprotes keras para pegawai.

Puluhan karyawan dan karyawati Suzuya Jalan Sutomo  Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat melakukan aksi mogok kerja di depan Suzuya, Jumat (22/12 2017)
Puluhan karyawan dan karyawati Suzuya Jalan Sutomo Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat melakukan aksi mogok kerja di depan Suzuya, Jumat (22/12 2017) (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)

"Bagaimana bisa dia meneken kontrak di Bulai Mei 2017 kepada Wanda Baskoro, sementara dia saja baru bekerja di Sujuza pada bulan Juli 2017 lalu. Kita punya buktinya, apa namanya ini, apakah ini bukan pembodohan?" ujar orator dari Serikat Buruh Solidaritas Indonesia Kota Pematangsiantar.

Baca: Polres Taput Masih Kejar Tahanan yang Kabur saat Polisi Tertidur

Alfredo Hutagalung, yang dikonfirmasi terkait tudingan demonstran itu menjawab pertanyaan wartawan terbata-bata terkait tudingan tersebut. Ia berdalih urusan kontrak telah diberikannya ke Disnaker Siantar.

"Urusan kontrak kerja karyawan sudah kita serahkan kepada Disnaker Kota Pematangsiantar, tanya saja ke mereka. Saya memang baru bekerja di bulan Juli. Tapi mengenai pidana, no comment lah," ungkapnya.

Aksi ini sempat nyaris ricuh karena pihak PT Suzuya menghidupkan musik saat demonstran berorasi. Namun suasana yang nyaris ricuh didamaikan Kapolres Siantar Barat.(*)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved