Pilkada Serentak

Gugatannya Dikabulkan PTTUN, Rimso Sinaga: Independen Suara Tuhan

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan telah mengabulkan gugatan pasangan calon bupati Dairi Rimso Sinaga-Bilker Purba.

Gugatannya Dikabulkan PTTUN, Rimso Sinaga: Independen Suara Tuhan
IST
Paslon dari jalur independen Rimso Sinaga-Bilker Purba berfoto dengan menunjukkan tiga jari usai sidang sengketa di PTTUN, Senin (26/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan telah mengabulkan gugatan pasangan calon bupati Dairi Rimso Sinaga-Bilker Purba.

PTTUN memerintahkan KPUD Kabupaten Dairi untuk menerbitkan surat keputusan penetapan pasangan tersebut sebagai calon bupati untuk bersaing di Pilkada Dairi bersama Depriwanto-Azhar dan Eddy-Jimmy.

Rimso Sinaga saat dihubungi via seluler usai sidang putusan, Senin (26/3/2018) mengatakan telah menemukan keadilan.

Ia menilai persidangan yang berjalan hingga delapan kali ini bukanlah kesalahan KPU melainkan ada satu pasal yang membuat pihaknya gagal maju dalam Pilkada Dairi.

"Ketika dibuka semua, keputusan tersebut mengabulkan permohonan kita untuk membatalkan SK tggl 12 dan penetapan kita sebagai Paslon," katanya.

Baca: Gugatan Paslon Independen Dairi Rimso-Bilker Dikabulkan PTTUN, KPUD Diberi Waktu Lima Hari

Ia mengatakan kemenangan ini sebuah bentuk kemenangan rakyat.

"Saya datang membawa perdamaian. Ini bukti bahwa suara independen itu suara Tersebut,"tambahnya.

Sementara saat disinggung jika KPUD melakukan kasasi ke Mahkamah Agung, pengacara Rimso-Bilker, Sabrudin tak mempermasalahkan hal itu. Baginya putusan dari PTTUN sudah menjadi pedoman bagi Mahkamah Agung.

"Saya merasa bahwa hakim di MA tetap akan berpedoman terhadap putusan ini. Jadi, kita yakin akan mengikuti dan masuk dalam Pilkada Dairi," ujarnya.

Baca: Bapaslon Rimso-Bilker Ingin Hadirkan 75 Saksi, Panwaslih Tolak Permintaannya

Seperti diketahui, pasangan jalur independen ini dinyatakan tidak memenuhi syarat (tms) oleh KPU setelah verifikasi faktual kedua.

Pasangan ini gagal mengumpulkan sisa minimal jumlah suara.

Pasangan ini melakukan gugatan ke Panwas dan PTTUN dengan bahan gugatan yakni menilai KPU melakukan mekanisme verifikasi tak sesuai PKPU.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved