Satpol PP Kota Medan Tertibkan Pedagang Kaki Lima Di 4 Lokasi Pasar Tradisional

Satpol PP Kota Medan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PK5) di sejumlah pasar Tradisional di Kota Medan

Satpol PP Kota Medan Tertibkan Pedagang Kaki Lima Di 4 Lokasi Pasar Tradisional
IST
Satpol PP Kota Medan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PK5) di sejumlah pasar Tradisional di Kota Medan, Senin (26/3) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Satpol PP Kota Medan melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PK5) di sejumlah pasar Tradisional di Kota Medan, Senin (26/3). Selain melanggar peraturan, kehadiran PK5 menyebabkan terjadinya kemacetan sehingga terganggunya kelancaran arus lalu-lintas. Di samping itu lapak PK5 sangat mengganggu estetika kota serta membuat kawasan sekitar jorok akibat sampah sisa dagangan ditinggalkan berserakan di bahu jalan.

Baca: Satpol PP Medan Lakukan Penertiban dan Bongkar Pondasi Papan Reklame

Tidak hanya PK5, perangkat Pemko Medan yang bertugas memelihara ketentraman dan ketertiban umum serta penagakan Peraturan Daerah (Perda) itu juga melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalan di persimpanjan Jalan Setia Budi dan Jalan Ring Road.

Baca: Terciduk Satpol PP Saat Dirikan Billboard Ilegal di Jalan Merak Jingga

Menurut Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan, penertiban yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin. “Selain kegiatan rutin, penertiban yang kita lakukan juga menindaklanjuti keresahan warga, terutama masyarakat pengguna jalan. Sebab, mereka merasa terganggu karena kewhadiran para PK5 menyebabkan terjadinya kemacetan,” kata Sofyan.

Dikatakan Sofyan, penertiban dilakukan di empat lokasi pasar Tradisional di Kota Medan yakni Pasar Sei Sikambing, Pasar Simpang Limun, Pasar Palapa dan Pasar Sukaramai. ”Dalam melakukan penertiban, saya telah mengingatkan kepada anggota untuk mengedapankan tindakan persuasif,” jelasnya.

Baca: Pengusaha Papan Reklame Jangan Membandel, Satpol PP Medan Akan Bertindak Tegas

Begitu tiba di lokasi yang menjadi objek penertiban, petugas Satpol PP pun langsung menemui pedagang dan meminta agar tidak berjualan di bahu jalan. Apabila pedagang menolak, barulah petugas Satpol PP melakukan tindakan tegas dengan mengamankan lapak maupun barang dangannya.

Penertiban pun berjalan lancar, sebab tak satu pun PK5 yang bersikukuh menolak penertiban. Mereka umumnya pasrah dan segera mengangkat lapak dan barang dagangan yang ditempatkan di bahu jalan. Petugas Satpol PP pun ikut membantu agar proses pemindahan berlangsung cepat.

Usai dilakukan penertiban, para pedagang pun diingatkan agar tidak menggewlar lapak lagi di lokasi yang telah ‘dibersihkan’ tersebut. “Bahu jalan dan trotoar bukan tempat berjualan melainkan fasilitas umum . Jika kedapatan berjualan kembali, kita langsung tindak tegas!” pungkas Sofyan.

Selain PK5, Satpol PP juga menertibkan gepeng dan anak jalanan (anjal) di persimpangan Jalan Setia Budi dan Jalan Ring Road. Penertiban ini dilakukan karena kehadiran gepeng dan anjal di persimpangan jalan itu sudah sangat meresahkan. Selain mengganggu kelancaran arus lalu li8ntas, terkadang mereka sedikit memaksa pengemudi kenderaan bermotor agar diberi uang.

Sebelumnya, Satpol PP juga melakukan penertiban di Jalan Stasiun dan Jalan Cirebon. Mereka menertibakan para pedagang yang berjualan di jalaur pedestrian sehingga mengganggu kenyaman para pejalan kaki yang melintasi. Beberapa hari sebelumnya, Satpol PP bersama unsur Muspika Kecamatan Medan Marelan bekerjasama melakukan gotong royong membersihkan sisia lapak PK5 yang berjualan dipinggir Jalan Marelan Raya. (H)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help