Cacing Pita 10,5 Meter Hidup di Perut Warga Simalungun, Diperkirakan Berasal Makanan Ini

2 November 2017, ditemukan kasus saat seorang warga membuang kotoran, dia mengeluarkan cacing pita 10,5 meter.

Cacing Pita 10,5 Meter Hidup di Perut Warga Simalungun, Diperkirakan Berasal Makanan Ini
KOMPAS.com/Tigor Munthe
Cacing pita ditunjukkan tim Fakultas Kedokteran UISU Medan didampingi dr Umar Zein, Senin (26/3/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) menemukan kasus endemik penyakit cacing pita (Taeniasis) mencapai 171 kasus di Nagori (Desa) Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dari kasus itu ditemukan cacing pita sepanjang 10,5 meter.

Dokter Umar Zein selaku Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, Senin (26/3/2018), menyebutkan, penemuan itu bermula pada Oktober 2017 saat ada pasien berobat ke kliniknya. Pasien itu mengaku saat dia membuang kotoran mengeluarkan potongan-potongan cacing.

Berangkat dari pengakuan itu, Umar Zein mengajak tim dari FK UISU menuju ke lokasi asal pasien tersebut di Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, 21 Oktober 2017.

Setelah melakukan penelitian beberapa hari, tim memberikan obat untuk dikonsumsi warga.

Lalu, pada 2 November 2017, ditemukan kasus saat seorang warga membuang kotoran, dia mengeluarkan cacing pita sepanjang 10,5 meter.

"Bisa jadi ini merupakan cacing pita terpanjang di dunia," ujar Umar.

Baca: BREAKING NEWS: JR Saragih Kalah di PTTUN

Baca: Dua Anggota TNI Ditangkap di Malaysia Pakai Motor Curian dan Sempat Ditahan 4 Hari

Baca: Cewek Cantik Terperosok Masuk Selokan, Para Pria Ramai-Ramai Menolong

Lebih jauh, tim FK UISU menemukan 171 kasus serupa dengan cacing pita yang panjangnya beragam, mulai dari 2 meter hingga 8,6 meter.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help