Situasi Memanas, Warga Sirungkungon Berniat Tutup Paksa PT Aquafarm Diadang Polisi

Massa sekitar ratusan jumlahnya bergerak ke lokasi menggunakan tiga kapal motor penumpang, didampingi sejumlah aktivis pecinta Danau.

Situasi Memanas, Warga Sirungkungon Berniat Tutup Paksa PT Aquafarm Diadang Polisi
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Warga Sirungkungon mencoba menutup paksa gudang pakan ikan milik PT Aquafarm di desa Sirungkungon, Selasa (27/3/2/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Warga Desa Sirungkungon Kabupaten Tobasaberduyun mendatangi gudang  PT Aquafarm yang kedua kalinya. Sebelumnya, massa berniat menutup paksa dua gudang, pos satpam dan kantin di Desa Sirukkungon, Tobasa, Selasa (27/3/2018). 

Massa sekitar ratusan jumlahnya,  bergerak ke lokasi menggunakan tiga kapal motor penumpang, didampingi sejumlah aktivis pecinta Danau. Rombongan berniat menyegel bangunan secara paksa, alasannya perusahaan tersebut sudah habis kontraknya pada 28 Februari lalu.

Melihat gelagat tindakan anarkis, melalui pengeras suara Wakapolres Tobasa Kompol A Siagian  mengimbau agar masyarakat tetap di dalam kapal dan melarang turun ke bibir pantai. 

 Mulanya massa kooperatif dan sempat musyawarah dengan pihak perusahaan, dengan pengawalan polisi dan TNI. Namun, belakangan, situasi berujung adu argumen hingga memanas. 

Baca: INGGRIS vs ITALIA: Gol Balasan Lorenzo Insigne Buyarkan Kemenangan The Three Lions

Baca: HASIL LAGA SPANYOL vs ARGENTINA: Tanpa Messi, Tim Tanggo Dihujani Gol

Warga tidak terima dengan hasil musyawarah agar gudang beroperasi, sehingga puluhan warga menerobos blokade Polisi dan TNI hingga terjadi saling dorong-mendorong di depan gudang. Tak mau kalah, aparat ngotot dan berhasil menghalau aksi warga.

Toni Walker pemilik lahan, melalui adik kandungnya Arimo Manurung SH yang juga sebagai kuasa hukum keturunan Op Jaronjang Manurung desa Sirungkungon mengatakan pihaknya tetap tidak menyetujui kontrak perpanjangan lahan Sirungkungon kepada PT Aquafarm.

"Kami tetap menginginkan PT Aquafarm di Sirungkungon ditutup, ini yang kedua kali kami  melakukan aksi, kami akan menutup sendiri gudang pakan ikan PT Aquafarm," ujar Toni Walker.

Warga akhirnya membubarkan diri dan kembali ke desa Sirungkungon sore hari setelah terjadi kesepakatan Wakapolres dengan pihak Toni Walker dengan cara membuat laporan pengaduan ke Polres Tobasa besok, Rabu (28/3) dan gudang PT Aquafarm tetap beroperasi.   

Wakapolres Tobasa Kompol A Siagian ketika dikonfirmasi mengatakan akan segera memproses laporan pengaduan warga Sirungkungon.(Cr1)    

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help