Warga Motung-Sigapiton Tobasa Siap Berdarah-darah Bila Hak Dikangkangi

upati Darwin Siagian, Kapolres, Kepala BPKH, Kadispar melakukan kegiatan Sosialisasi Program Perencanaan BPODT

Warga Motung-Sigapiton Tobasa Siap Berdarah-darah Bila Hak Dikangkangi
Tribun Medan/Arjuna
Satu dari tokoh masyarakat menyampaikan harapan dan pandangannya terhadap kehadiran BPODT pada pertemuan dan sosialisasi Pemkab, BPODT dengan warga di Motung 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Ketua Badan Pariwisata Otorita Danau Toba (BPODT), Ari Prastyo bersama Bupati Darwin Siagian, Kapolres, Kepala BPKH, Kadispar melakukan kegiatan Sosialisasi Program Perencanaan BPODT di Lahan Sibisa Tobasa kepada masyarakat, di Desa Motung, (29/3/2018).

Pada pertemuan itu, beberapa poin disampaikan untuk membujuk masyarakat agar sesegera mungkin mengijinkan lahannya untuk diukur dan dipatok menjadi lahan BPODT.

Namun, warga tidak diam begitu saja dan bijaksana meminta transparansi segala kegiatan yang dilakukan di atas lahan penduduk.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Toba Samosir, Darwin Siagian. Selain dari Motung dan Sigapiton, warga lain juga databg dari desa Sirungkungan, Pardamean Sibisa, Parsaoran Sibisa, Horsik serta Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (HKM).

Baca: Ada Bagi-bagi Uang saat Sosialisasi BPODT di Tobasa, Tonton Videonya

Awalnya Darwin menjelaskan program dan tujuan pembangunan pengembangan pariwisata yang gencar dilakukan di rezim Jokowi-JK ini. Di tengah-tengah pohon eucalyptus itu berbagai point disampaikanya terkait alasan pemerintah menjadikan Danau Toba khususnya Motung sebagai pusat Badan Pariwisata Otorita Danau Toba.

"Dengan keluarnya Perpres nomor 49 tahun 2016, ada 10 destinasi yang akan dipusatkan pemerintah di Indonesia ini. Ternyata, pariwisata cepat mendongkrak tarap hidup masyarakat lebih baik. Kita tetap dapat bertani, berkebun, namun pariwisata lebih cepat meningkatkan ekonomi. Contohnya, Bali tahun 60 justru jauh ketinggalan dari Danau Toba,"ujarnya.

Tamu-tamu yang duduk di kursi kehormatan, satu persatu berbicara di podium. Warga yang mayoritas hidup dari bertani diberi "pengharapan". Petani-petani usia senja ditawari bagaimana berkehidupan wisata kelas dunia.

Baca: Legenda Timnas Indonesia Cari Pesepakbola Muda Berbakat di Kota Medan

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help