Oknum Kepala Inspektorat Dilaporkan ke Polres Taput, Ini Kasus yang Menjeratnya

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Pol W Baringbing mengatakan, kasus ini pasti akan ditindaklanjuti dan pihaknya tidak ada berat sebelah

Oknum Kepala Inspektorat Dilaporkan ke Polres Taput, Ini Kasus yang Menjeratnya
Tribun Medan/Arjuna
Korban pemukulan Saiful Roni Rumaijuk yang diduga dipukul oleh Oknum Kepala Inspektorat Manoras Taraja membuat laporan ke Polres Taput didampingi oleh orang tuanya Dapot Rumaijuk 

TRIBUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Oknum Kepala Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dilaporkan ke Polres Taput atas dugaan penganiayaan terhadap warga Ranggigit Desa Horisan Ranggigit Kecamatan Parmonangan Saiful Roni Rumaijuk (27), Sabtu (31/3/2018).

Korban melaporkan masalah itu didampingi oleh orangtuanya Dapot Rumaijuk.

Bukti laporannya yakni, LP / 93 / III / 2018/ SU / Res Taput / SPKT.

Menurut keterangan dari korban Saiful Rumaijuk kepada wartawan di Polres Taput,  kejadian itu pada Jumat (30/3/2018) malam saat dirinya sedang minum tuak di warung dekat rumah orang tua Pak Manoras.

"Saat saya minum, tiba-tiba Pak Manoras bersama lima orang temannya mendatangi saya.  Kemudian bibir saya langsung dipukul tanpa sebab. Saya bukan berkata bohong dan ada beberapa saksi yang melihat saya dipukuli. Saksi yang melihat saya, Herawati Simamora dan  Okta Manalu. Saat saya diperiksa, saya sudah utarakan ke penyidik" ungkapnya.

Baca: TONTON LIVE STREAMING Persija Jakarta vs Arema FC Pukul 18.30 WIB

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Pol W Baringbing mengatakan, kasus ini pasti akan ditindaklanjuti dan pihaknya tidak ada berat sebelah dalam menangani kasus ini.

"Kita akan segera proses kasus ini.  Dalam waktu dekat kita akan memanggil beberapa saksi - saksi yang melihat korban dipukul yang diduga dilakukan oleh Kepala Inspektorat Manoras Taraja. Setelah cukup keterangan dari saksi - saksi,  kita pasti akan langsung meminta keterangan dari Pak Manoras Taraja," terangnya.

Terkait hal itu,  Kepala Inspektorat  Taput Manoras Taraja yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengungkapkan,  dirinya tidak ada memukul si Saiful. Ia mengaku,  dirinya hanya merelai supaya massa jangan mengamuk kepada si Saiful itu. Menurutnya,  dirinya murni dipolitisasi oleh oknum tertentu.

"Saya hanya menasehati si pemilik kedai supaya bisa mengerti karena keluarga kami,  Jumat (30/3) kemarin membuat acara di Kampung Ranggigit.  Kami buat acara di kampung karena orang tua saya sekira dua minggu lalu baru meninggal dunia.  Wajar dong kami meminta pengertian kepada si pemilik warung, " ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan,  saat diperingati pemilik warung bersama orang yang ada diwarung itu tidak mengindahkan. Massa sudah mengamuk karena pemilik warung tidak mengerti keadaan dan kondisi.

"Saat massa mengamuk,  saya justru merelai supaya jangan ada tindakan anarkis massa.  Kemungkinan yang memukul si Saiful itu adalah massa.  Saya sama sekali tidak ada mengenal si Saiful itu.  Saya pun tidak tahu siapa yang memukul. Terkait dengan pemilik warung, saya akan usulkan supaya warung tersebut ditutup karena sudah menggangu ketentraman warga.  Sebab warung tersebut tutupnya sampai tengah malam dan sering mengganggu warga sekitar," tuturnya.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help