TribunMedan/

Plt Bupati Deliserdang Zainuddin Mars Hadiri Kenduri Laut di Pantai Labu

Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut

Plt Bupati Deliserdang Zainuddin Mars Hadiri Kenduri Laut di Pantai Labu - kenduri-laut-di-pantai-putra-serdang_20180402_134757.jpg
IST
Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut di Pantai Putra Serdang, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang Minggu (1/4).
Plt Bupati Deliserdang Zainuddin Mars Hadiri Kenduri Laut di Pantai Labu - kenduri-laut-di-pantai-putra-serdang_20180402_134903.jpg
IST
Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut di Pantai Putra Serdang, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang Minggu (1/4).
Plt Bupati Deliserdang Zainuddin Mars Hadiri Kenduri Laut di Pantai Labu - kenduri-laut-di-pantai-putra-serdang_20180402_134935.jpg
IST
Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut di Pantai Putra Serdang, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang Minggu (1/4).
Plt Bupati Deliserdang Zainuddin Mars Hadiri Kenduri Laut di Pantai Labu - kenduri-laut-di-pantai-putra-serdang_20180402_135007.jpg
IST
Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut di Pantai Putra Serdang, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang Minggu (1/4).

TRIBUN-MEDAN.COM - Pelaksana Tugas Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars Bersama warga pesisir pantai Labu melaksanakan perhelatan Kenduri Laut di Pantai Putra Serdang, Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang Minggu (1/4).

Perhelatan Kenduri Laut itu juga dirangkaikan dengan pemberian santunan tali asih kepada 200 anak yatim piatu. Dalam perhelatan tersebut, satu ekor kerbau secara simbolis dihantarkan ke tengah laut (diberikan ke laut), yakni dengan melarung kepala kerbau, sedangkan dagingnya disedekahkan kepada warga sekitar untuk dikonsumsi.

Baca: Zainuddin Mars Tutup MTQ ke-51 dan FSN ke-40, Percut Seituan dan Hamparan Perak Raih Juara Umum

Sebelum upacara melarung kerbau dilaksanakan, warga sekitar memanjatkan doa untuk kesejahteraan warga sekitar, agar nelayan memperoleh hasil melimpah dan bersyukur dengan selama ini yang di beri kekayaan dari laut. Doa dipimpin H Ibrahim bin Tuan Syekh H Mhd Ali Silau Laut yang selanjutnya menepungtawari hasil laut yang diletakkan di dalam bak fiber tempat ikan. Acara tepung tawar hasil laut kemudian dilanjutkan Plt Bupati Deliserdang, H Zainuddin Mars.

Plt Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars yang hadir Bersama Wakil Ketua TP PKK Ny Hj Asdiana Zainuddin Staf Ahli Bupati Taher Siagian pada kesempatan itu mengatakan, bahwa tradisi ini sudah ada dari nenek moyang. Pada umumnya, masyarakat Melayu yang menjadikan kegiatan ini sebagai nilai-nilai ajaran syariat Islam, juga sebagai rasa syukur yang telah memberi banyak kekayaan dari laut.

Maka dari itu , ia berharap potensi laut yang dimiliki bisa diberdayakan masyarakat. Kita ingin menjadikan laut sumber daya yang kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Kita harus bekerja keras dan bergandengan tangan serta selalu menjaga tali silahturahim. Mudah-mudahan, perhelatan kenduri laut ini maedapat rahmat dari Allah SWT,” ungkap H Zainuddin Mars.

Baca: Zainuddin Mars Lepas Pawai Ta’aruf dan Buka Pameran MTQ Kabupaten Deliserdang

Tengku Rio Riskan, yang bergelar Tengku Mardangga Diraja Serdang, bersama Tengku Mirah Sinar MA, sedikit bercerita soal kenduri laut ini. Dikatakan, kenduri laut atau jamu laut, adalah upacara masyarakat Melayu sejak dahulu.

“Sejak berdirinya Kesultanan Serdang hingga kini, jamu laut terus dilaksanakan. Artinya, perhelatan kenduri laut ini untuk membina hubungan antara manusia, alam dan Sang Pencipta,” kata Tengku Rio.

Ia juga mengatakan, perhelatan ini bertujuan saling memberi, yakni bahwa masyarakat pesisir atau nelayan mengambil hasil laut dan sebaliknya masyarakat memberikan hasil darat ke laut. “Ketika kerbau sudah diantarkan ke tengah laut, maka acara perhelatan ini sudah sah. Saya berharap, masyarakat dan nelayan harus mematuhi pantangannya selama 3 hari, yakni tiga kali pasang dan surut jangan mengambil hasil laut. Dilarang buang hajat di sebelah kiri sampan atau dan tidak boleh membuang sembarangan ke laut,” kata Rio seraya mengimbau agar mengambil hikmah dari kegiatan ini.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help