ALAMAK! Bangunan Dinas Pariwisata Tobasa Tergenang Banjir

Termasuk pedestrian yang diperuntukkan untuk pejalan kaki kondisinya sebagian sudah tergenang air Danau Toba.

ALAMAK! Bangunan Dinas Pariwisata Tobasa Tergenang Banjir
Tribun Medan/Arjuna
Kondisi bangunan Dinas Pariwisata Pemkab Tobasa 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Hamparan pasir putih tertutupi beton. Pemandangan matahari terbenam juga tidak kelihatan di Pantai Pasir Putih Lumban Gaol Kecamatan Balige (5/4/2018).

Keindahan pantai hilang ditelan beton dan bangunan gazebo.

Proyek Dinas Pariwisata Kabupaten Toba Samosir Tahun Anggaran 2017 Pekerjaan penataan Taman Kawasan DTW di Pantai Parparean II yang menelan dana Rp 520.810.000. Sumber dana berasal dari DAK T.A. 2017 yang dikerjakan oleh CV. BETA HAMU.

Pekerjaan Pembuatan Jalur Pejalan Kaki/Jalan Setapak/Jalan Dalam Kawasan, Broadwalk, Pedestrian dan Tempat Parkir di Pantai Parparean II dengan nilai proyek Rp, 784.392.898, dikerjakan CV. DRAGON WEST.

Kedua proyek tersebut berlokasi di Desa Patane II Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir dan berada dibawah pengelolaan Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kabupaten Tobasa.

Baca: Ada Bagi-bagi Uang saat Sosialisasi BPODT di Tobasa, Tonton Videonya

Proyek yang selesai dikerjakan pada bulan Januari 2018 tersebut saat ini kondisinya sangat tidak layak.

Pantauan wartawan di lokasi Kondisi taman sudah tergenang air Danau Toba.

Termasuk pedestrian yang diperuntukkan untuk pejalan kaki kondisinya sebagian sudah tergenang air Danau Toba.

Tinambunan seorang pengunjunglokasi wisata yang datang dari luar Tobasa berpendapat. Mereka merasa kecewa melihat kondisi lokasi wisata yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah tidak layak.

"Sepertinya dibangun terlalu dekat ke Danau, masa tidak diperhitungkan kenaikan air Danau Toba yang sudah sering terjadi dan saya sangat kecewa karena yang katanya pantai pasir putih, ternyata sudah tidak ada pantainya karena ditutupi bangunan -bangunan beton yang seharusnya dihindari," Kata Tinambunan.

Terlihat di lokasi kolam-kolam yang terbentuk secara tidak sengaja yang seharusnya merupakan taman-taman yang sudah digenangi air Danau.

Terpisah, marga Sitorus yang memiliki usaha warung makanan disekitar lokasi wisata itu mengatakan kekecewaannya.

"Kami sangat kecewa atas hasil kinerja Pemkab Toba Samosir, khususnya hasil kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang tidak memiliki analisa dan perencanaan jangka panjang, seakan hanya membangun asal jadi, padahal proyek ini sudah menghabiskan milyaran rupiah tapi hasilnya seperti itulah, mulai tenggelam bahkan taman-tamannya sudah tak terlihat lagi karena dipenuhi air danau," keluhnya.(*)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help