Menjual Bagian Satwa Langka yang Dilindungi Negara, M Ilyas Diadili

M Ilyas alias Ilyas selaku terdakwa dalam kasus penjualan bagian Satwa Langka yang dilindungi Negara

Menjual Bagian Satwa Langka yang Dilindungi Negara, M Ilyas Diadili
Tribun Medan/Chandra
M Ilyas alias Ilyas terdakwa dalam kasus penjualan satwa langka yang dilindungi saat menjalani sidang di PN Medan, Selasa (11/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - M Ilyas alias Ilyas selaku terdakwa dalam kasus penjualan bagian Satwa Langka yang dilindungi Negara, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/4/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kristina Lumbanraja dalam dakwaannya mengatakan bahwa terdakwa M. Ilyas telah dengan sengaja melakukan pelanggaran memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi negara dan undang-undang atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa yang dilindungi tersebut.

"Terdakwa dengan sengaja melakukan pelanggaran memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi negara atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa yang dilindungi tersebut," ujar JPU Kristina Lumbanraja di muka sidang.

Atas perbuatannya itu, JPU Kristina Lumbanraja dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut menjerat terdakwa M. Ilyas menggunakan pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU. RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Baca: Kemendag Musnahkan Buah Ilegal Asal China di Binjai

"Dengan ini, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf d UU. RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem jo Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa," jelas JPU Kristina Lumbanraja di depan majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ketua Riana Br. Pohan.

Persidangan dengan nomor perkara 775/Pid.B/LH/2018/PN Mdn tersebut, berlangsung di ruang sidang Cakra 6 PN Medan.

Jika nantinya terbukti, maka M Ilyas terancam dihukum dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. Selanjutnya, Sidang rencananya akan kembali digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Untuk diketahui, M. Ilyas warga Jalan Veteran Desa Helvetia, Kabupaten Deliserdang, ditangkap oleh tim dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera Sumatera pada 29 Januari 2018 lalu.

M. Ilyas dalam hal ini terjerat kasus penjualan satwa langka yang dilindungi UU dan negara.

Penangkapan yang dilakukan berawal dari informasi yang didapat dari informasi masyarakat yang dikembangkan Tim Operasional SPORC Brigade Macan Tutul Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera.

Dari pelaku, disita barang bukti diantaranya kulit harimau dengan panjang 95 cm dan lebar 35 cm. Selain itu, ada juga 5 buah taring beruang, kalung yang terbuat dari kuku harimau, 3 buah kuku beruang, 4 buah kuku macan, 2 buah dompet kulit harimau, 2 buah kulit harimau bagian kaki dan masih berkuku tidak utuh. Bahkan disita juga tali pinggang dari kulit harimau, kalung terbuat kuku beruang, serta dari tas kulit macan.(*)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help