Pilkada Serentak

Dua Oknum Camat Ikut Kampanye Calon Bupati, Sekda: Sudah Diberi Sanksi

Sebastianus mengatakan telah memberikan sanksi berupa peringatan tertulis dan sanksi penundaan pangkat.

Dua Oknum Camat Ikut Kampanye Calon Bupati, Sekda: Sudah Diberi Sanksi
Tribun Medan/Tommy
Ketua MTQ ke 36 tingkat Provinsi Sumut yang juga Sekda Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan saat meninjau lokasi festival di Desa Bintang, Kabupaten Dairi, Selasa (21/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan mengungkapkan telah memanggil dua oknum camat yang melakukan kampanye di Pilkada 2018 ini.

Dua oknum camat tersebut yakni, Camat Siempatnempu Lamasi Sihombing dan Camat Sumbul Tingki Simamora.

Sebastianus mengatakan telah memberikan sanksi berupa peringatan tertulis dan sanksi penundaan pangkat.

Ia mengatakan tak membela setiap anggota yang melanggar peraturan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Udah, udah kita proses. Kalau salah, tetap salah. Sudah kita jatuhkan hukuman secara tertulis. sesuai peraturan ASN. Ada dua itu. Camat Sumbul yang sudah kita tangani. Siempatnempu juga," kata Sebastianus Tinambunan, Kamis (12/4/2018).

Baca: Duh! Dana Raskin Dikorupsi, Segini Tuntutan untuk Camat dan Kepala Desa

Sebastianus menjelaskan dua oknum camat tersebut terbukti melanggar paraturan lewat bukti foto dan video berkampanye untuk nomor urut 1, Depriwanto Sitohang-Azhar Bintang.

Foto Lamasi Sihombing Camat Siempatnempu bersalaman sembari mengajukan tangan jempol dengan pasangan calon nomor 1. Lalu, video Camat Sumbul Tingki Simamora mengajak warganya untuk memilih nomor urut 1..

"Saya tidak membela anggita saya. Ini sebagai bukti bahwa masyarakat terus mengawasikan,"katanya.

Saat disinggung tentang, temuan itu sudah dilaporkan ke tingkat Komisi ASN, Sebastianus mengaku tak mempermasalahkan hal itu.

Baginya, setiap ASN yang berani berbuat, berarti berani bertanggung jawab.

"Bagus, memang harus begitu. Kalau kami kan sudah memberikan sanksi, kalau dari Komisi ASN nanti ada hukumannya lagi,"tambahnya.

Sementara, Arih Yaksa Bancin tim pasangan calon dari nomor urut 2, telah mengadukan hal ini ke Panitia Pengawas Pemilih sebanyak dua kali.

Namun, seperti biasa Panwas tidak memberikan respon tegas tentang pelanggaran tersebut.(*)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help