Menyusuri Pantai Tureloto, Keindahannya Bikin Betah

Pantai Tureloto, Nias Utara, yang terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, kini sedang dilirik wisatawan

Menyusuri Pantai Tureloto, Keindahannya Bikin Betah
Tribun Medan/Silfa Humairah
Pantai Tureloto 

TRIBUN-MEDAN.COM- Pantai Tureloto, Nias Utara, yang terletak di Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa,
kini sedang dilirik wisatawan mancanegara, pasalnya pantai tersebut memiliki karang dan aneka ragam ikan cantik.

Selain snorking dan diving wisatawan juga bisa menyusuri laut dengan perahu nelayan.

Lina, pedagang di sekitar pantai menuturkan, selain makanan ia juga menyediakan jasa menyusuri pantai dengan sampan nelayan, bisa pula menyeberangi pulau kecil di sana yang memiliki pemandangan pepohonan rimbun, dengan biaya 10 ribu perorang.

"Biasanya wisatawan menyusuri pantai kemudian nyeberang ke pulau untuk piknik. Mereka bawa makanan sendiri atau pesan makanan di sini, dan bawa ke sana," katanya.

Katanya, karena belum terkelola dengan baik, untuk fasilitas diving atau snorking belum tersedia, biasanya turis mancanegara bawa alat sendiri.

"Tapi, untuk wisatawan lokal yang mau fasilitas ala kadar untuk melihat bawah laut, di sini ada kacamata renang, yang disewakan seikhlasnya berapa mau bayar," katanya.

Wisatawan tampang mengapungkan diri di laut Tureloto, Nias Utara
Wisatawan tampang mengapungkan diri di laut Tureloto, Nias Utara (Tribun Medan/Silfa Humairah)

Penduduk sekitar yang memiliki warung di sana memang sangat menyambut tamu, selain bebas parkir dan menggunakan kama mandi, retribusi masuknya pun tidak ada.

Pemandangan batu otak di Pantai Tureloto
Pemandangan batu otak di Pantai Tureloto (Tribun Medan/Silfa Humairah)

Wisatawan bisa sepuasnya menikmati pantai dengan tidak ada biaya. Cukup membawa bekal dan tikar untuk piknik di bawah pepohonan dan memesan lauk seafood seperti ikan bakar.

Pantai Tureloto berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang terkenal mempunyai ombak besar. Tetapi di pantai ini tidak ada yang namanya ombak besar, hal itu dikarenakan terdapatnya gugusan karang yang berada di beberapa ratus meter dari bibir pantai yang berjajar menyerupai sebuah benteng sebagai pemecah ombak.

Pemandangan pantai ini berubah pasca tsunami 2005, dulu pantai ini layaknya pantai yang biasa ditemui, ada pasir pantai yang melimpah di garis bibir pantai, tapi sekarang  wajah pantai ini berubah menjadi hamparan batuan karang dan menambah keesotikan pantai.

Waktu yang tepat berkunjung di pantai ini adalah siang hari, karena keindahan warna perpaduan warna biru laut yang biru dan pasir putih halus yang berkilauan menjadi perpaduan indah mempesona mata.

 
 

Penulis: Silfa Humairah
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved