MotoGP

Situasi Berbalik, Legenda MotoGP Kritik Rossi: Suruh Saja Dia Kerja di Bank kalau Takut

"Rossi juga mengatakan sekarang dia takut, jika dia takut, dia harus melakukan pekerjaan lain, bekerja di bank."

Situasi Berbalik, Legenda MotoGP Kritik Rossi: Suruh Saja Dia Kerja di Bank kalau Takut
Legenda MotoGP Giacomo Agostini 

TRIBUN-MEDAN.com - Argentina Clash yang mengakibatkan Valentino Rossi terjatuh saat disalip Marquez memasuki babak baru.

Situasi mulai berbalik di mana sebelumnya banyak pihak yang mendukung sikap keras Rossi yang menyalahkan Marquez.

Dedengkot MotoGP mulai mengkritik sikap Rossi yang dianggap berlebihan.

Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, mengomentari pernyataan Valentino Rossi yang mengaku mengaku takut berada satu lintasan dengan Marc Marquez(Repsol Honda)

Ucapan The Doctor tersebut keluar pasca-insiden Termas Clash yang melibatkan Rossi dan Marc Marquez pada balapan MotoGPArgentina 2018.

Pada balapan yang berlangsung di Autodromo Termas de Rio Hondo, Senin (9/4/2018) dini hari WIB kemarin, Marquez menjadi penyebab utama terjatuhnya Rossi di tikungan 13 pada lap ke-20.

Agostini lantas menyebut Valentino Rossi terlalu berlebihan dalam pernyataannya.

"Rossi juga mengatakan sekarang dia takut, jika dia takut, dia harus melakukan pekerjaan lain, bekerja di bank," kata Giacomo Agostini yang dikutip BolaSport.com dari AS.

"Dia berada di 300 km/jam dan dia takut sekarang, saya tidak mengerti ini, dia membesar-besarkan, sekarang sangat panas," ujar Agostini lagi.

Balapan MotoGP Argentina 2018 memang berjalan penuh kontroversi sejak lomba akan dimulai.

Namun, yang paling menyita perhatian tentu insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Gara-gara insiden itu, relasi Rossi dan Marquez yang sebetulnya sudah kembali adem setelah Sepang Clash pada 2015, kembali memanas.

Sementara Luigi Dall'igna, General Manager Ducati, angkat bicara soal sikap Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang menolak permintaan maaf Marc Marquez (Repsol Honda).

Seperti diketahui, yang menjadi penyebab utama Valentino Rossi terjatuh di tikungan 13 pada lap ke-20 balapan MotoGP Argentina adalah Marc Marquez.

Luigi Dall'Igna marah besar karena perubahan jadwal tes MotoGP 2018.

Luigi Dall'Igna/Ducati Motor Holding SpA

Selepas balapan di Autodromo Termas de Rio Hondo, Marquez yang ditemani Alberto Puig (manajer tim) dan Emilio Alzamora (manajer pribadi) mendatangi paddock Rossi.

Namun rombongan Marc Marquez tersebut mendapat penolakan oleh sahabat dekat Valentino Rossi, Alessio Salucci.

Dalam pandangan Luigi Dall'igna, dia mengakui jika perseteruan seperti ini dapat memperburuk citra olahraga balap motor.

Namun mengenai penolakan yang dialami Marquez, Dall'igna mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang manusiawi.

"Perseteruan ini buruk untuk olahraga kami, tapi kami semua adalah manusia dan bertindak dengan cara yang tidak selalu benar," kata Luigi Dall'igna dikutip BolaSport.com dari Paddock-GP.

"Itu (kesalahan) merupakan hal alamiah dari seorang manusia," tutur Dall'igna menambahkan.

Sedangkan Presiden FIM, Vito Ippolito mengkritik pedas tindakan yang diambil Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Gridoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved