Fasilitas Umum Dicoret Siswa SMA, Ini Kata Anggota DPRD Medan

Anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif menyayangkan cara siswa dalam mengekspresikan kegembiraan tersebut.

Fasilitas Umum Dicoret Siswa SMA, Ini Kata Anggota DPRD Medan
Tribun Medan/Mustaqim
Kondisi sejumlah fasilitas umum yang menjadi korban coretan dari para siswa SMA usai melaksanakan Ujian Nasional (UN) kemarin saat dipantau pada Jumat (13/4/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah fasilitas umum di seputaran Lapangan Merdeka Medan menjadi korban dari tangan jahil sejumlah siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) yang baru saja selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada Kamis (12/4/2018) kemarin.

Pantauan Tribun Medan, kawasan itu banyak ditemukan coretan bewarna-warni dari cat semprot.

Tidak hanya dinding atau pagar di kawasan Lapangan Merdeka Medan saja, aspal jalan pun turut dipenuhi coretan, seperti yang terlihat di Jalan Bukit Barisan, Jalan Stasiun dan Jalan Pulau Pinang.

Tempat sampah di Lapangan Merdeka Medan penuh coretan, Jumat (13/4/2018)
Tempat sampah di Lapangan Merdeka Medan penuh coretan, Jumat (13/4/2018) (Tribun Medan)

Menanggapi perilaku itu, Anggota Komisi D DPRD Medan, Ahmad Arif menyayangkan cara siswa dalam mengekspresikan kegembiraan tersebut.

Terlebih seperti tidak ada larangan dari Dinas Pendidikan Sumut, khususnya dari guru tempat para siswa tersebut bersekolah.

Baca: Rombongan Pelajar SMA Masuk Jurang setelah Corat-Coret Seragam, Pendapat Netizen Terbelah

"Ini kelalaian Dinas Pendidikan Sumut yang seakan tak memberikan arahan ke setiap kepala sekolah, seperti melakukan razia atau membuat kegiatan positif lainnya untuk mencegah tindakan siswa itu. Meski kita ketahui saat itu siswa SMA yang berkumpul kemarin tengah larut dalam kegembiraan," kata Ahmad Arif, Jumat (13/4/2018).

Ia pun meminta kepada Pemko Medan untuk segera memperbaiki fasilitas umum yang kotor akibat coretan sejumlah siswa. Bahkan ia menyarankan agar Pemko Medan meminta pertanggungjawaban Pemprov Sumut atas hal ini.

Siswa SMA/SMU merayakan ujian UNBK di hari terakhir, ribuan siswa berkumpul di Titi Gantung Stasiun kereta api Medan, Kamis (12/4/2018).
Siswa SMA/SMU merayakan ujian UNBK di hari terakhir, ribuan siswa berkumpul di Titi Gantung Stasiun kereta api Medan, Kamis (12/4/2018). (TRIBUN MEDAN/M Fadli)

"Karena ini fasilitas milik Pemko, ya otomatis mereka yang perbaiki. Kalau perlu minta anggaran dari Dinas Pendidikan Sumut untuk membersihkan itu semua," sebutnya.

Baca: ALAMAK! Tandukan Supardi ke Muka Wasit yang Berujung Sanksi Berat, Tonton Videonya

Selain itu, politisi PAN ini juga berharap perlu diberlakukan sanksi kepada kepala sekolah, agar tindakan serupa tidak akan terulang di masa mendatang.

Petugas cat dinding Lapangan Merdeka dari corat-coret siswa SMK dan SMA, Jumat (13/4/2018)
Petugas cat dinding Lapangan Merdeka dari corat-coret siswa SMK dan SMA, Jumat (13/4/2018) (Tribun Medan)

"Saya pikir kepala sekolah harus juga diberikan sanksi, walaupun kejadiannya di luar sekolah, tapi seperti tidak ada melakukan pencegahan. Supaya kejadian seperti ini tidak berulang kembali tahun depan," tegasnya.(*)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Arifin Al Alamudi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved