Pilgub Sumut

Cawagub Ijeck Rencanakan Program Pemerataan Sektor Pendidikan di Sumut

"Apapun yang mau kita bangun, jika SDM nya tidak siap, maka pembangunan tidak ada berjalan lancar,"

Cawagub Ijeck Rencanakan Program Pemerataan Sektor Pendidikan di Sumut
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, memberikan sambutan saat bersilaturahmi dengan masyarakat di kediaman keluarga Sabar Sitepu, Jalan RW Cangkuk II, Medan, Jumat (13/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ketersediaan fasilitas pendidikan merupakan impian setiap masyarakat. Bagi calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, hal ini penting diwujudkan.

Menurutnya, pendidikan yang baik akan berdampak kepada pembangunan Sumut semakin meningkat. Untuk itu, ia ingin nantinya seluruh masyarakat Sumut, bisa merasakan pendidikan yang setara. Baik di tingkat ibu kota provinsi, hingga ke tingkat daerah seperti kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke desa-desa.

Ia juga menegaskan, kunci dari pembangunan adalah dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni. Hal tersebut dikatakannya saat bersilaturahmi di kediaman keluarga Sabar Sitepu, Jalan RW Cangkuk II, Medan, Jumat (13/4/2018).

"Apapun yang mau kita bangun, jika SDM nya tidak siap, maka pembangunan tidak ada berjalan lancar," ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Namun, permasalahan yang ada hingga kini, pihak sekolah swasta belum terlalu merasakan hadirnya pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh seorang pengajar di sekolah swasta Idawati Sirait, yang mengatakan hingga kini bantuan dari pemerintah belum terlalu dirasakan oleh sekolah swasta.

Baca: Kunjungi Tapanuli Tengah, Edy Rahmayadi Dicegat Warga saat Melintas

Baca: Presiden AS Donald Trump Perintahkan Serang Suriah, Penggunaan Senjata Kimia Menakutkan

Momen pertemuannya dengan Ijeck, digunakannya untuk bertanya perihal program Ijeck untuk sekolah swasta.

"Apa program bapak untuk pendidikan di Sumatera Utara, terutama sekolah swasta, karea sampai saat ini bantuan dirasa lebih banyak ke sekolah yang negeri," ucapnya kepada Ijeck.

Menanggapi hal tersebut, Ijeck mengatakan bantuan untuk fasilitas pendidikan merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah. Dan yang diutamakan memang fasilitas pendidikan yang langsung dikelola oleh pemerintah, yaitu sekolah-sekolah negeri. Namun, tak berarti meninggalkan sekolah yang berlabel swasta.

Ia mengungkapkan, sekolah swasta tentunya memiliki aturan untuk dibantu. Karena tentunya memiliki aturan yang berbeda dengan sekolah negeri. Untuk itu, dalam memberikan bantuan, nantinya pemerintah akan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti DPR.

"Nantinya pemerintah akan bekerja sama dengan DPR untuk mengesankan anggaran yang akan diturunkan ke sekolah swasta. Selain itu, sekolah yang akan dibantu, nantinya akan dinilai, apakah memang sudah layak atau belum," ucapnya.

Hal tersebut dikarenakan, ingin melihat bantuan yang diberikan tepat sasaran atau tidak. Dan ia tidak ingin pemberian bantuan hanya berdasarkan proposal semata. Dan tentu saja, menghindari kemungkinan-kemungkinan terjadi kecurangan saat penyaluran dana bantuan.

"Jangan nanti seperti kepala daerah sebelumnya, yang bermasalah mengenai dana Bansos, makanya kita harus hati-hati menggunakannya," pungkasnya. (cr4)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved