Elite Reformasi Dilaporkan Marah-marah, Banting Ponsel Kemudian Pukul Payudara Kanan Mahasiswi Ini

"Esok harinya, pelaku datang ke kampus Universitas Sari Mutiara Medan Jalan Kapten Muslim Kelurahan Dwikora"

Elite Reformasi Dilaporkan Marah-marah, Banting Ponsel Kemudian Pukul Payudara Kanan Mahasiswi Ini
TRIBUN MEDAN/AKBAR
Elite Putra Reformasi Buulolo (19) warga Inamakos Jalan Kapten Muslim Budi Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yulia Zai warga Jalan Kapten Muslim Amaluhur , Gang Selamat, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia membuat laporan ke Polsek Helvetia karena mendapat penganiayaan dari teman cowoknya yang diketahui bernama Elite Putra Reformasi Buulolo (19) warga Inamakos Jalan Kapten Muslim Budi Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.

Berdasarkan laporan LP/272/IV/2018/SU/Restabes Medan / SPK Medan Helvetia tanggal 10 April 2018 pihak Polsek Helvetia berhasil mengamankan Elit Putra Reformasi.

Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni mengatakan pada Selasa (10/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB pelaku (Elite Putra Reformasi) datang ke kampus membawa ponsel pelapor/korban (Yulia) di mana semalam pelapor dan pelaku bertengkar sehingga ponsel pelapor dibawa pelaku.

"Esok harinya, pelaku datang ke kampus Universitas Sari Mutiara Medan Jalan Kapten Muslim Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia dan pelaku langsung ke ruangan korban," ujar Trila, Selasa (16/4/2018).

Korban, kata Trila, tidak mau menjumpai pelaku karena dosen masih berada di dalam ruangan.

Begitu dosen keluar, pelaku langsung masuk ke dalam ruang kelas korban dan menjumpai korban.

"Pelaku langsung marah-marah dan membanting ponsel milik korban. Pelaku juga menampar dan menumbuk korban serta mencakar wajah korban sekaligus menendang tubuh korban," kata Trila.

Alhasil, kata Kapolsek Helvetia, korban merasa kesakitan dan menangis. Korban, sambungnya, merasa keberatan dan membuat laporan ke Polsek Helvetia.

"Pelaku melakukan penganiayaan dengan cara menampar pipi kiri sekali, meninju lengan kiri secara berulang-ulang dan menarik kerah baju korban,"ujarnya.

Pelaku juga memukul payudara sebelah kanan korban sebanyak sekali, mencubit perut kanan sekali dan menendang kaki kanan dan kiri korban berulang kali.

Pada Jumat (13/4/2018) sekitar pukul 08.0 WIB kata Trila, sekitar pukul 08.30 WIb, pelaku kembali bertemu dengan korban di depan gerbang Kampus Sari Mutiara.

"Karena korban tidak mau dipanggil oleh pelaku sehingga pelaku emosi dan marah dan langsung menampar pipi korban. Akibat perbuatan tersangka yang sudah berkali-kali sehingga korban trauma dan ketakutan terhadap tersangka," kata Trila.

Polisi menyangkakan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana. (akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help