Pilgub Sumut

Hasil Survei Ini Menyimpulkan Masyarakat Ingin Pemimpin Tegas dan Berpengalaman, Siapa Sosoknya?

Bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terkait figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan.

Hasil Survei Ini Menyimpulkan Masyarakat Ingin Pemimpin Tegas dan Berpengalaman, Siapa Sosoknya?
TRIBUN MEDAN/SALLY SIAHAAN
Pihak PRC saat memaparkan hasil survei terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara 2018, di Hotel JW Marriott, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Sally Siahaan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Politika Research Centre ( PRC) memaparkan survei terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara Juni 2018 mendatang. Pemaparan ini dilakukan dengan dihadiri oleh media lokal yang bertempat di JW Marriott, Senin (16/4/2018).

"Survei ini berlangsung akhir maret 2018. Bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terkait figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan," ujar Direktur PRC Rio Prayogo.

PRC menggunakan metode Multistage random sampling dengan menggunakan sample sebanyak 1000 orang dari desa atau kelurahan yang dipilih secara acak. Dengan klasifikasi 5 perempuan dan 5 laki-laki setiap desa/kelurahan.

"Kita menggunakan 100 orang surveyor yang sudah ditraining langsung oleh PRC. Mereka langsung ke lapangan dan melakukan wawancara langsung face to face dengan masyarakat. Dari jumlah tersebut margin eror sebesar 3,2 persen," kata Rio.

Ada tiga aspek yang dinilai dalam survei ini. Yakni, aspek kemampuan, karakteristik dan kepribadian. Rio mengatakan, dari ketiga aspek diatas mengemukakan bahwa, pasangan yang diharapkan masyarakat Sumut adalah mereka yang tegas dan berpengalaman dalam memimpin pemerintahan.

"Dari segi kemampuan, ada tiga hal yang menjadi kelebihan pasangan Eramas. Yakni, menjaga keamanan, menjaga pluralitas, dan menyelesaikan ketimpangan sosial. Sedangkan Djoss, mereka unggul dalam hal berpengalaman, mampu memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan PAD," katanya lagi.

Dari segi Karakteristik, pasangan Eramas dipandang sebagai pasangan yang menghargai perbedaan, adil, merangkul semua pihak, serasi dan saling merangkul. Sedangkan Djoss dinilai paling berpengalaman memimpin dan menguasai masalah pembangunan.

"Dan yang terakhir, dari sisi kepribadian, Eramas dinilai bijaksana, tegas dan dipercaya mampu membawa perubahan. Sedangkan Djoss dipersepsikan sebagai pasanfan yang ramah, komunikatif pada masyarakat dan memiliki kesederhanaan hidup," serunya.

Dari ketiga aspek yang disebutkan tadi, Eramas mendapatkan dukungan publik sebanyak 48,7 %, Djoss sebanyak 38,3% dan 10% diantaranya belum menentukan pilihan.

Sebanyak 65% dari pemilih sudah mantap pada pilihannya, sedangkan 35% lainnya mengaku mungkin mengubah atau belum menentukan pilihan. Faktor yang mengubah pilihan publik yakni tawaran program pasangan lawan yang lebih meyakinkan.

"Perhitungan ini sekali lagi saya tekankan bukanlah gambaran real hasil Pilkada Sumut nanti. Masih memungkinkan terjadi perubahan, sejauh bagaimana paslon melakukan pendekatan. Masyarakat yakin Pilkada Sumut 27 Juni 2018 nanti akan terselenggara secara aman dan lancar," tutupnya. (cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved