TribunMedan/

Kisahkan Masa Kecilnya, Moeldoko Sebut Membangun Infrastruktur di Luar Jawa Kebijakan Negarawan

Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko menjawab kritikan sejumlah pihak yang mempersoalkan pembangunan infrastruktur

Kisahkan Masa Kecilnya, Moeldoko Sebut Membangun Infrastruktur di Luar Jawa Kebijakan Negarawan
Kantor Staf Presiden/Alois Wisnuhardana
Moeldoko dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhamad SAW dan hari lahir Pondok Pesantren Assa’adah di Cipayung, Kota Depok, Minggu (15/4/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko menjawab kritikan sejumlah pihak yang mempersoalkan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa.

Seperti pembangunan jalan-jalan perbatasan di Kalimantan hingga Papua, yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomi.

“Kalau politikus yang mencari suara, cukup bangun Jawa, tapi Presiden Jokowi seorang negarawan yang ingin membangun konektivitas di daerah-daerah yang terisolasi,” kata Moeldoko saat memberikan sambutan dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhamad SAW dan hari lahir Pondok Pesantren Assa’adah di Cipayung, Kota Depok, Minggu (15/4/2018).

Moeldoko menjelaskan, pembangunan infrastruktur di luar Jawa dilakukan untuk mengejar ketertinggalan.

Jika dahulu konsep pembangunan disebut Jawa-sentris, oleh Presiden Jokowi diubah menjadi Indonesia-sentris.

“Jika daerah terisolasi, maka pendidikan rendah, kesehatan tidak dijamin. Dengan infrastruktur, maka perubahan akan terjadi. Peradaban berkembang, pendidikan dan kesehatan terlayani dengan baik,” jelasnya.

KSP Moeldoko saat memberikan sambutan dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhamad SAW dan hari lahir Pondok Pesantren Assa’adah di Cipayung, Kota Depok, Minggu (15/4/2018).
KSP Moeldoko saat memberikan sambutan dalam peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhamad SAW dan hari lahir Pondok Pesantren Assa’adah di Cipayung, Kota Depok, Minggu (15/4/2018). (Kantor Staf Presiden/Alois Wisnuhardana)

Selain itu, dampak pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa seperti daerah perbatasan menumbuhkan nasionalisme masyarakat dan cinta kepada Indonesia, yang selama ini merasa tidak diperhatikan.

Tak hanya infrastruktur, mantan Panglima TNI ini menambahkan, banyak hal-hal yang dilakukan pemerintah guna meningkatkan sumber daya manusia.

Seperti di bidang pendidikan, pemerintah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), juga pemberian bantuan non tunai dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Program satu harga untuk BBM juga bukti. Dulu di Papua harga BBM bisa 60 ribu, sekarang sama dengan Jawa. Ada juga program sertifikat tanah yang sudah dinikmati masyarakat. Memang belum cukup, dan belum sempurna. Itu akan terus kita benahi karena membangun sebuah negara yang besar perlu proses,” terang Moeldoko.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help