TribunMedan/

Pelaporan Amien Rais Dinilai Tak Penuhi Unsur Pidana Karena Ini

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan ujaran kebencian saat

Pelaporan Amien Rais Dinilai Tak Penuhi Unsur Pidana Karena Ini
Theofilus richard/tribun jabar
Amien Rais hadir di ruang sidang Buni Yani, Selasa (14/11/2017). 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan ujaran kebencian saat memberikan tausiyah saat mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim.

Sekretaris Jenderal Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Djudju Purwantoro menilai pelaporan pendiri Partai Amanat Nasional itu tidak memenuhi unsur Pidana.

Setidaknya, ada tiga hal yang bisa dikategorikan pelaporan tersebut tidak penuhi unsur Pidana.

“Pernyataan tentang adanya Partai Allah dan Partai Setan tersebut adalah tidak menunjuk kepada sesuatu partai tertentu, sehingga, bisa berlaku kepada partai manapun,” tutur Djudju, Senin (16/4/2018).

Dia menjelaskan, pernyataan mantan ketua umum PAN itu  tidak bertujuan menimbulkan rasa kebencian, rasa permusuhan, dan memecah belah kelompok inidividu dan masyarakat.

Baca: Djarot Disuguhkan Atraksi Pertarungan Gatotkaca Melawan Raksasa Jahat di Acara Pujakesuma

Sehingga, dia melihat tidak ada unsur Pidana, seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Merujuk dari pernyataan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, kata dia, apa yang disampaikan mengenai adanya partai yang membela agama Allah dan partai orang-orang merugi, hanya sekedar mengingatkan kepada umat bergama.

Peringatan itu, menurut dia, di dunia akan ada aliran atau kelompok yang baik atau benar dan yang buruk atau salah.

“Dengan demikian unsur permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap sesuatu agama sangat tidak relevan adanya dugaan pidana terhadap Amien Rais dikaitkan dengan unsur penodaan agama, seperti dimaksud Pasal 156 a KUHP,” kata dia.

Halaman
12
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help