Tak Mau Dikelola Swasta, Pedagang Pringgan Dapat Kabar akan Dikutip Rp 50 Juta hingga Rp 100 Juta

Pedagang Pasar Pringgan, Kamsi Sihotang mengatakan, pihaknya tidak ingin Pasar Pringgan kembali dikelola pihak swasta.

Tak Mau Dikelola Swasta, Pedagang Pringgan Dapat Kabar akan Dikutip Rp 50 Juta hingga Rp 100 Juta
TRIBUN MEDAN/RYAN JUSKAL
Pedagang Pasar Pringgan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (16/4) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ratusan pedagang Pasar Pringgan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (16/4). Aksi ini sebagai buntut belum dipenuhinya tuntutan pedagang yang mendesak Pemko Medan mengganti pengelola pasar itu.

Pedagang Pasar Pringgan, Kamsi Sihotang mengatakan, pihaknya tidak ingin Pasar Pringgan kembali dikelola pihak swasta. Sebab, pedagang telah jerah dengan pengelolaan pihak swasta.

"Kami mau menuntut hak kami sebagai pedagang Pringgan. Kami sudah 20 tahun dikelola PT IRA, sekarang sudah masuk PD Pasar ke tempat kami, mau diserahkan pula ke PT Parbens. Kemarin sudah dipasang plang PT Parbens, kami cabut. Karena, penyerahan ke PT Parbens tanpa kami ketahui.
Tapi tiba-tiba sudah masuk,"ujarnya di sela-sela aksi.

Kamsi menjelaskan, selama pihak swasta PT IRA mengelola, pasar tidak terawat. Namun, sesaat dipegang PD Pasar perubahan signifikan terjadi. Pasar tampak dirawat, kebersihan pun sangat terjaga.

"Kemarin kami bayar Rp 30 juta ke PD Pasar. Kami pun dapat sertifikat, kami asli pedagang situ dikasi sertifikat. Memang sudah bagus pasar kami. Tapi ini saat kami sudah bayar, mereka masuk. Kami tidak mau dikelola pihak swasta. Kami rasa lebih bagus PD Pasar. Kami mau PD Pasar yang mengelola, jangan pihak swasta,"ungkapnya.

Para pedagang pun menyampaikan kekhawatirannya, apabila pihak swasta masuk, mereka akan dipungut biaya lagi di luar retribusi.
Sebab, lanjut Kamsi, sudah ada kabar bahwa PT Parbens akan memungut Rp 50 sampai Rp 100 juta pada pedagang.

"Kami khawatir, nanti PT Parbens itu minta duit lagi. Sudah ada kabar kami mau dikutip Rp 50 sampai Rp 100 juta lagi,"terangnya.

Hal senada disampaikan Pedagang Pasar Pringgan, Rosnani Boru Tarigan. Ia menyatakan, apabila dikelola pihak swasta, sudah terbukti tidak memberikan kebaikan.

"Kami tak mau dilkelola PT Parbens," katanya dengan tegas.

Halaman
12
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help