Tak Mau Dikelola Swasta, Pedagang Pringgan Dapat Kabar akan Dikutip Rp 50 Juta hingga Rp 100 Juta

Pedagang Pasar Pringgan, Kamsi Sihotang mengatakan, pihaknya tidak ingin Pasar Pringgan kembali dikelola pihak swasta.

Tak Mau Dikelola Swasta, Pedagang Pringgan Dapat Kabar akan Dikutip Rp 50 Juta hingga Rp 100 Juta
TRIBUN MEDAN/RYAN JUSKAL
Pedagang Pasar Pringgan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (16/4) 

Para pedagang ini, telah melakukan aksi serupa lebih dari tiga kali sejak Februari 2018 lalu. Tuntutan mereka sama, yakni mengganti pengelolaan pasar itu dari pihak swasta ke pemerintah.

"Kami minta Pemko menunjuk PD Pasar sebagai pengelola," kata pedagang.

Pedagang menolak pasar itu dikelola pihak swasta karena merasa kecewa dengan kinerja pengelola sebelumnya. Menurut pedagang, selama 20 tahun pasar itu dikelola swasta, pasar itu malah semakin rusak.

PT Parbens sendiri ditunjuk Pemko sebagai pengelola pasar itu pada Januari lalu. Sebelum menunjuk PT Parbens, pengolaan pasar itu diserahkan ke PD Pasar Kota Medan. Pedagang menilai ada kejanggalan dari penunjukan PT Parbens sebagai pengelola.

"PT Parbens ditunjuk Februari. Namun SK untuk mencabut hak pengelolaan PD Pasar baru keluar awal April," jelasnya.

Dalam melakukan aksinya, pedagang mendobrak pintu gerbang kantor Wali Kota, dan menuntut Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjumpai pedagang.

"Kami menuntut hak-hak kami. Selama ini Eldin tak pernah merespons tuntutan kami," teriak mereka.

(raj/tribun-medan.com)

Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help