Warga dan Camat Kecewa PT KAI Tutup Jalan Tanpa Pemberitahuan

Warga dua desa dari dua Kecamatan di Kabupaten Deliserdang kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh

Warga dan Camat Kecewa PT KAI Tutup Jalan Tanpa Pemberitahuan

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM-

Warga dua desa dari dua Kecamatan di Kabupaten Deliserdang kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut Senin, (16/4/2018). Disebut warga PT KAI melakukan tindakan semena-mena lantaran tanpa pemberitahuan kepada warga dilakukan pemalangan jalan dengan menggunakan besi di sekitar rel kereta.

Dua warga desa yang merasakan dampaknya adalah warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam dan Warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau. Palang besi belas rel itu ditanam dengan cor semen.

Palang dipasang di kawasan Desa Pagar Jati dan Desa Sumberejo. Informasi dihimpun pemasangan palang ini sudah dilakukan oleh PT KAI selama dua minggu.

Salah satu warga B Sihombing (60) Desa Pagar Jati mengatakan kalau saat ini warga kesulitan untuk melintas. Jalan yang ditutup ini juga setiap harinya dilalui oleh anak-anak sekolah.

" Ya seperti inilah kondisinya. Orang mau melintas pun susah jadinya. Gak ngerti kita apa maksudnya dilakukan seperti ini sama PT KAI. Kasian anak-anak yang mau pergi sekolah. Kalau yang naik sepeda motor masih bisalah dipaksakan melintas tapi kalau yang naik mobil harus keliling jauh lah,"kata B Sihombing.

Ia menyebut kalau pada saat dilakukan pemasangan besi Kepala Desa Pagar Jati dan Kepala Desa Sumberejo sudah datang ke lokasi melakukan protes. Namun pada saat itu pihak PT KAI sama sekali tidak memperdulikan.

Camat Lubukpakam, Khairul Harahap mengaku juga sangat kecewa dengan pihak PT KAI. Ia menuturkan saat PT KAI menutup jalan sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada pihak Pemerintah Kecamatan ataupun Desa.

" Udah kita lapor juga ke Pemkab dan sekarang pihak Dinas Perhubungan sedang menanganinya ke PT KAI. Kita kecewa jugalah karena kasian melihat warga. Masa gak ada pemberitahuan sebelumnya mau dipasang seperti itu. Harusnya disosialisasikan ke warga,"kata Khairul. 

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help