TribunMedan/

Warga Dua Desa Kecewa Akses Jalan Ditutup, Dinas Perhubungan Bilang Kewenangan PT KAI

Warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam dan Warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau kecewa terhadap PT KAI.

Warga Dua Desa Kecewa Akses Jalan Ditutup, Dinas Perhubungan Bilang Kewenangan PT KAI
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Warga bingung melintasi rel setelah jalan ditutup PT KAI, Senin (16/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Dua pekan sudah PT KAI Sumut menutup akses jalan warga dengan menggunakan besi di sekitar rel. Dampaknya ada warga dari dua desa di dua Kecamatan di Kabupaten Deliserdang yang kecewa.

Dua warga desa itu yakni warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam dan Warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau. Palang besi belas rel itu ditanam dengan cor semen di sekitar rel yang melintang di desa tersebut.

Meski sudah dua minggu namun Pemkab Deliserdang masih belum berbuat banyak untuk menyelesaikan persoalan. Kadis Perhubungan Deliserdang, Jannes Manurung yang dikonfirmasi mengaku tidak punya kewenangan dalam hal ini.

"Tanya sama orang KAI sajalah, merekanya yang memasang itu. Kita enggak punya kewenangan. Maunya kalian buat saja surat dan tembuskan ke kami biar kita koordinasikan juga, buat warga keberatan atas hal itu," kata Jannes, Senin (16/4/2018).

Awalnya Camat Lubukpakam, Khairul sempat menyatakan kepada Tribun kalau masalah itu sudah mereka kordinasikan ke Pemkab. Ia menyebut awalnya sudah melaporkan masalah itu ke Dinas PUPR namun atas usulan dinas itu ia disuruh untuk mengkordinasikannya ke Dinas Perhubungan. Ia pun mengaku berharap banyak agar Dinas Perhubungan bisa membantu menangani masalah itu.

Setelah mendapat informasi mengenai penjelasan Kadishub kepada www.tribun-medan.com, Khairul pun mengaku akan segera melakukan kordinasi ke PT KAI. Meski sudah dua minggu penutupan jalan dilakukan namun upaya untuk menyelesaikan ini belum pernah ia kordinasikan langsung ke PT KAI.

"Ya udahlah kalau memang Dishub gitu jawabannya ya akan kita surati lah nanti PT KAI. Dari Pemerintah Desa dan Kecamatan akan sama-sama mengirimkan surat ke masyarakat. Harusnya PT KAI kalau mau berbuat seperti itu ya disosialisasikan. Kita nanti akan kirimkan surat untuk menanyakan apa maksud dan tujuannya sehingga jalan di pasang palang gitu," kata Khairul. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help