Anggotanya Dilaporkan Nelayan ke Propam Polda, Begini Penjelasan Kapolres Serdangbedagai

Jualiarman menjelaskan kejadian antara anggotanya dari Pol Air terjadi pada 4 April lalu sekira pukul 11.30 WIB di kawasan perairan Bedagai.

Anggotanya Dilaporkan Nelayan ke Propam Polda, Begini Penjelasan Kapolres Serdangbedagai
TRIBUN MEDAN/AKBAR
Para nelayan tradisional mendatangi Bid Propam Polda Sumut untuk membuat laporan terkait sampan motor mereka diberondong petugas Polair Sergai pada 4 April lalu, Selasa (17/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH - Kapolres Serdangbedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu membantah tudingan nelayan asal Kabupaten Batubara yang melaporkan anggotanya ke Bid Propam Polda Sumut.

Jualiarman menjelaskan kejadian antara anggotanya dari Pol Air terjadi pada 4 April lalu sekira pukul 11.30 WIB di kawasan perairan Bedagai Kecamatan Tanjung Beringin.

Ia menceritakan saat itu anggotanya sedang patroli dan pada saat itu ada mendapat informasi dari nelayan tradisional Bedagai.

" Informasi yang didapat anggota saat itu ada nelayan luar yang datang dengan menggunakan pukat trawl. Ya karena hal itu dilarang ya langsung anggota turun ke lokasi yang diinfokan. Dan benar saat itu anggota ada enam orang yang turun memergoki aktivitas kapal tanpa nama menggunakan pukat trawl dan kemudian menangkapnya," kata Juliarman melalui telepon selulernya Selasa, (16/4/2018).

Pada saat itu, lanjut Juliarman anggotanya pun berusaha untuk mengamankan kapal tanpa nama tersebut. Ketika hendak diamankan Nahkoda atas nama Taufik Hidayat kemudian disebut menarik gas sekuat kuatnya sehingga kemudian kapal menjadi mati dan tidak bisa dibawa. Disebut tidak lama kemudian nelayan lain pun mendekat dan kemudian menabrak kapal yang hendak diamankan.

" Jumlahnya ada sampai 30 kapal, bayangkan saja kalau satu kapal 3 orang berartikan saat itu ada sekitar 90 orang. Jadi anggota kita saat itu mau diserang. Karena melihat kondisi sudah tidak kondusif kemudian anggota pun melakukan tembakan peringatan ke atas. Jadi tidak benar kalai menembaki ke kapal nelayan. Apa yang kita lakukan ini bagian dari penegakan hukum karena nelayan biasa Bedagai saat ini kesusahan mencari ikan. Kata mereka ikan ini sudah susah dicari karena ulah nelayan yang pakai pukat trawl ini. Ada yang sudah kita tahan dan tetapkan tersangka nelayannya sekarang," kata Juliarman. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved