TribunMedan/

Hakim Mempersilakan Lenny Pikir-pikir! Pemilik 16 Ribu Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Kepemilikan 16.992 butir pil ekstasi atau seberat lebih dari 4,2 kg, divonis hukuman penjara seumur hidup.

Hakim Mempersilakan Lenny Pikir-pikir! Pemilik 16 Ribu Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup
Lenny saat menjalani sidang di PN Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lenny, terdakwa kasus kepemilikan 16.992 butir pil ekstasi atau seberat lebih dari 4,2 kg, divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim yang diketuai oleh Richard Silalahi, Selasa (17/4/2018).

"Menyatakan terdakwa Lenny telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat atau secara tanpa hak dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Dengan ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Lenny dengan pidana penjara selama seumur hidup," ucap Hakim Ketua Richard Silalahi saat membacakan amar putusannya di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (17/4/2018).

Majelis hakim menilai terdakwa Lenny telah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Bahwa perbuatan terdakwa melakukan tindak pidana memiliki, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I. Dan dengan ini menilai terdakwa telah melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," ucap Hakim Ketua Richard Silalahi dipersidangan.

Vonis yang diputus majelis hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dalam amar tuntutannya juga menuntut terdakwa Lenny dengan hukuman pidana penjara seumur hidup.

Usai membacakan vonis terdakwa, majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Richard Silalahi mempersilahkan baik JPU maupun terdakwa dan kuasa hukumnya jika ingin menggunakan hak hukumnya masing-masing apakah akan banding atau tidak.

"Ya itulah putusan majelis. Terhadap putusan majelis tersebut saudara punya hak untuk melakukan upaya hukum, terserah mau menerima, pikir-pikir atau banding," ujar hakim ketua Richard Silalahi.

"Silakan Konsultasi dulu kepada penasihat hukum. Bagaimana?," timpal hakim Richard Silalahi.

Atas putusan majelis hakim untuk nomor perkara 3387/Pid.Sus/2017/PN Mdn dengan terdakwa Lenny tersebut, baik pengacara terdakwa serta jaksa penuntut umum menyatakan masih akan pikir-pikir untuk melakukan Banding atau tidak.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help