Kabar Buruk DPR Minta Pemerintah Blokir Sementara Facebook

"Pemerintah mungkin bisa memblokir sementara layanan Facebook sampai mereka bisa menjelaskan,...''

Kabar Buruk DPR Minta Pemerintah Blokir Sementara Facebook
facebook 

TRIBUN-MEDAN.COM - Anggota Komisi I DPR mendesak pemerintah Indonesia mengambil tindakan tegas terhadap Facebook setelah data hampir 1,1 juta pengguna di Indonesia diambil oleh lembaga konsultan politik yang berkantor di London, Cambridge Analytica.

Hal ini disampaikan anggota Komisi I, Sukamta, yang bersama anggota Komisi I DPR lainnya tengah meminta penjelasan dari perwakilan Facebook hari Selasa (17/04).

"Pemerintah harus tegas terhadap media sosial termasuk Facebook di sini. Mestinya pemerintah bisa melakukan tindakan tegas kepada Facebook sebagaimana pernah dilakukan kepada Telegram dan Tumblr," kata Sukamta kepada BBC Indonesia.

"Pemerintah mungkin bisa memblokir sementara layanan Facebook sampai mereka bisa menjelaskan mengapa insiden kebocoran data itu terjadi, kapan dan untuk apa data pengguna Indonesia itu dipakai," kata Sukamta.

Diperlukan upaya serius pemerintah, kata dia, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

Apalagi ini tahun 2018 ada Pilkada serentak kemudian tahun 2019 juga ada Pilpres dan Pileg. "Kami tidak ingin media sosial yang ada di Indonesia bersikap tidak netral," katanya.

Baca: Facebook Ditutup? Si Ratu YouTube bakal Jalan tanpa Busana dari Purwodadi ke Jakarta

Skandal bocornya data terungkap setelah penelusuran yang dilakukan media Inggris, The Observer dan The Guardian, yang menunjukkan Cambridge Analytica memanen data tak kurang dari 50 juta pengguna Facebook.

Belakangan diketahui kebocoran data terjadi pada setidaknya 87 juta pengguna, sebagian besar di Amerika Serikat.

Di Asia, kebocoran terbesar dialami oleh pengguna Facebook di Filipina, diikuti oleh Indonesia.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help