Komunitas Tukar Suami Istri Aktif Cari Anggota via WA dan Twitter, Bagaimana Bergabung?

Perlahan tapi pasti, polisi yang mengusut kasus tukar pasangan suami-istri (pasutri) mengungkap hal yang gak disangka

Komunitas Tukar Suami Istri Aktif Cari Anggota via WA dan Twitter, Bagaimana Bergabung?
ist/ilustrasi
Tukar pasangan istri 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perlahan tapi pasti, polisi yang mengusut kasus tukar pasangan suami-istri (pasutri) berhasil mengungkap hal yang gak disangka.

Komunitas tukar pasangan suami istri (Pasutri) dengan aktivitas melakukan pesta seks bersama ternyata benar-benar ada di sekitar kita.

Komunitas ini terungkap setelah polisi menggerebek pesta seks dengan modus tukar pasangan suami istri (Pasutri) di sebuah hotel di Lawang, kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018).

Dari keterangan yang didapat dari para pelakunya diketahui komunitas ini bukan sekali saja melakukan pesta seks bersama dengan bertukar pasangan.

Komunitas dengan perilaku menyimpang ini bahkan diketahui memiliki anggota cukup banyak yang berasal dari beberapa kota di seluruh Jatim.

Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim yang mengungkap aktivitas komunitas ini menyebut para anggota komunitas ini memanfatakan jejaring media sosial (Medsos) WhatsApp (WA) dan Twitter.

Medsos digunakan untuk saling berkomunikasi antar anggota, termasuk menarik anggota Pasutri baru untuk bergabung.

THD (53), warga asal Keputih, Sukolilo Surabaya yang ikut tertangkap dalam penggerebekan di Lawang telah ditetapkan sebagai tersangka.

THD ini merupakan inisiator dan pembuat grup WA guna mewadahi komunitas Pasutri yang memiliki fantasi hubungan badan tukar pasangan.

Ternyata komunitas tukar pasutri ini sudah berlangsung sejak 2013.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help