Terlibat Narkoba, Adik Wali Kota Siantar Mendekam di Lapas

Berstatus Pegawai Negeri Sipil Pemko Siantar, tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang melibatkan Ardiansyah

Terlibat Narkoba, Adik Wali Kota Siantar Mendekam di Lapas
Adik Wali Kota Siantar, Ardiansyah (kaus bertulis Ongis Nade) tersangka tindak pidana penyalahguna narkotika. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Berstatus Pegawai Negeri Sipil Pemko Siantar, tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang melibatkan Ardiansyah, adik kandung Walikota Siantar diproses secara hukum.

Ardiansyah kini telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematangsiantar, Jakan Asahan, Selasa (17/4/2018).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Mananti Sukardi Sianturi sebeluumnya, pada Senin (16/4/2018) membenarkan Ardiansyah telah diserahkan ke pihaknya. Ardiansyah tidak ada diberi ruangan khusus, melainkan bergabung bersama Warga Binaan Pemasyarakatan lainnya. 

"Sudah di sini dia (Ardiansyah). Sudah diserahkan ke kita dari pihak Polres yang dilimpahkan pihak kejaksaan," kata Mananti Sukardi Sianturi ditemui di ruangannya. 

Pelimpahan Ardiansyah ke Lapas ini, bukti berkas sudah lengkap untuk segera disidangkan di Pengadilan Negeri. Sebelumnya, berkas Ardiansyah sempat terhambat pelimpahan, karena Kabar Jaksa yang menangani perkara, Christianto Situmorang meminta Polres Simalungun melengkapi terkait asal usul narkotika. 

Diketahui, Ardiansyah diringkus personel Polres Simalungun dari dari salah satu rumah di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Jumat (16/3/2018) silam.

Pria yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Siantar itu ditangkap bersama Zulkifli Hutagalung (39), warga Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Zulkifli pun berstatus PNS di Pemerintah Kota Siantar. Keduanya diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa sebungkus plastik klip kecil berisi sabu, 10 bungkus plastik klip kosong, 20 mancis, dua sendok terbuat dari pipet, 10  pipet plastik dan satu alat isap sabu.

Sebelumnya Kapolres Simalungun menyampaikan bahwa kepolisian juga lakukan pengembangan intensif terhadap terduga lainnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara yang terlibat. Selain ASN, diduga ada beberapa kontraktor yang diduga terlibat dengan kasus Ariansyah. 

"Kita terus kembangi dari siapa dan kepada siapa dipakai, dan rata-rata pemberi duit untuk belanja narkobanya dari anggota ASN Siantar dan Kontraktor yang dapat proyek di Siantar," pungkas Kapolres Simalungun. 

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Manaek Sahala Ritonga menambahkan bahwa Ardiansyah (36) dan Zulkifli Hatagalung (36), dua-duanya berstatus Pegawai Negeri Sipil. Pasal yang disangkakan 112.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help