Home »

Taput

Suami Istri Otaki Perampokan Modus Pura-pura Belanja, Garuk Uang Ratusan Juta dari Toko Kain

Dijelaskan, bahwa otak perampokan dilakoni pasangan suami isteri Roganda Sinaga (28) dengan isterinya Lasniroha Silalahi(25).

Suami Istri Otaki Perampokan Modus Pura-pura Belanja, Garuk Uang Ratusan Juta dari Toko Kain
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Pelaku perampokan pada press release di Mapolres Taput, Rabu (18/4/2018). Aksi perampokan toko kain milik Sunarsih Janti Permisipermisi dilakoni pasangan suami istri 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, TAPUT - Laporan korban bernomor LP/14/IV/2018/SU/RES TAPUT/SBBR berhasil ditindaklanjuti Polsek Siborongborong. Di bawah komando AKP Lambok Stefanus Gultom, dalam upayanya mereka dapat mengungkap aksi perampokan toko kain milik Sunarsih Janti Permisipermisi Lumbantoruan di komplek Terminal Siborongborong pada Jumat (13/4) lalu.

"Lima pelaku beserta barang bukti pada Sabtu (14/4) di lokasi pemakaman umum di Dusun Hutagurgur Desa Sipultak Kecamatan Pagaran sekira pukul 01.00 WIB berhasil kita amankan," ujar Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Horas Marasi Silaen M Psi didampingi Wakapolres dan Kapolsek Siborongborong, pada press release di Mapolres Taput, Rabu(18/4/2018).

AKBP Horas Marasi Silaen menerangkan, kelima tersangka Roganda Sinaga (28), Lasniroha Silalahi(25), Josua Lumbantoruan(23). Kemudian Amri Ristua Lumbantoruan (19) dan Lamro Willy Lumbantoruan (19) tinggal dan kelimanya beralamat di dusun Hutagurgur Desa Sipultak Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara.

Dijelaskan, bahwa otak perampokan dilakoni pasangan suami isteri Roganda Sinaga (28) dengan istrinya Lasniroha Silalahi (25) bersama Josua Lumbantoruan dengan modus berpura-pura berbelanja dengan modus mengelabui korban.

Sesampainya di pasar terminal lokasi target pencurian, Roganda Sinaga alias Pak Irvan bersama Amri Ristua Lumbantoruan dan Lamro Willy Lumbantoruan masuk dari arah depan toko dengan modus sebagai pembeli pakaian untuk mengkelabui korban.

Selanjutnya Lasniroha Silalahi dan Josua Lumbantoruan masuk dari pintu belakang rumah korban. Diperkirakan situasi telah aman, lantas Lasniroha Silalahi berikan kode kepada Josua dan menunjuk kamar korban tempat penyimpanan uang.

"Setelah uang berhasil diambil Josua Lumbantoruan dari dalam kamar korban, mereka pun (lima tersangka) pergi meninggalkan lokasi rumah korban dan selanjutnya pergi ke Desa Sipultak dengan membawa tas sandang warna hitam", terang Horas Marasi.

Atas kelakuan kelima tersangka, terang Kapolres, disangkakan pasal 363 ayat 4e KUHP Subs pasal 55,56 KUHPidana dengan ancaman penjara selamalamanya tujuh tahun kurungan penjara. Serta barang bukti berupa uang senilai Rp. 635.000.000, 1 (satu) unit sepeda motor motor merk Honda Type Vario Techno, 1 (satu) unit sepeda motor motor merk Honda Type cb 150r warna hitam nomor polisi BB 4727 BI, 1 (satu) buah tas sandang warna hitam tanpa merk serta 1 (satu) buah tas sandang wanita warna merah maroon tanpa merek diamankan untuk penyelidikan lanjutan, terang Kapolres. (cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help