Berikut Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Kamu Mendonorkan Darah

Donor darah merupakan hal yang seharusnya perlu dilakukan setiap orang, berkhasiat untuk mereka yang memberikannya

Berikut Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Kamu Mendonorkan Darah
Petugas Dokter dari PMI Kota Medan, dr Sundari 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Donor darah merupakan hal yang seharusnya perlu dilakukan setiap orang. Bukan hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang menerimanya. Tetapi donor darah juga berkhasiat untuk mereka yang memberikannya.

dr Sri Sundari dari PMI Kota Medan, mengatakan ada beberapa manfaat yang akan didapatkan ketika rutin mendonorkan darah.

Diantaranya akan mengurangi penyakit jantung, dapat membakar kalori, bisa menurunkan resiko terkena penyakit kanker, bisa meningkatkan produksi darah, dapat membantu pikiran jadi lebih stabil dan dapat menurunkan kolesterol.

Namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan sebelum mendonorkan darah. dr Sundari mengatakan biasanya faktor utama seseorang gagal mendonorkan darah, karena tersangkut masalah usia yang sudah melewati batas, untuk mendonorkan darah yaitu usia 50 tahun.

"Biasanya pendonor tersangkut pada masalah usia. Untuk pertama kali mendonorkan darah harus usia 17 tahun keatas dan pada usia lanjut harus dibawah 50 tahun," kata dr Sundari melalui sambungan telepon, Minggu (22/4/2018).

"Sebenarnya fleksibel usia dua tahun diatas 50 masih bisa mendonorkan darah. Tapi dia mesti punya medical record yang setahun belakangan baru dilakukan. Seperti pemeriksaan fisik, darah, jantung dan hati dan ginjal secara menyeluruh. Kadang kalau dia lulus pemeriksaan, biasa kita ambil juga darahnya. Yang terpenting tidak memiliki penyakit," tambahnya.

dr Sundari menjelaskan bahwa untuk melakukan pengambilan darah, biasanya PMI masih bisa mengambil darah orang dengan tekanan darah pas 160 dan diastolnya 100, yang demikian mungkin masih bisa ditolerir sama jantung.

Yang jelas tekanan darah diatas 160, biasanya PMI akan menyarankan agar sang pendonor untuk tidak mendonorkan darahnya tersebut.

"Kategori itu masuk hipertensi berat dan membahayakan bagi orang yang akan mendonorkan darah. Kita mau orang yang habis mendonorkan darah sehat dan yang menerima nya juga sehat. Jangan gara-gara donor darah jadi sakit," kata dr Sundari.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help