Bantah Hipnotis, Pelaku Bilang Cuma Modal Cakap! Memohon Anaknya Yang Polisi Tidak Disangkutpautkan

"Bukan hipnotis. Ya memang kita ajak cerita dan cuma modal mulut saja. Saya dulu pernah belajar di Lombok," kata Siti.

Bantah Hipnotis, Pelaku Bilang Cuma Modal Cakap! Memohon Anaknya Yang Polisi Tidak Disangkutpautkan
Kapolsek Lubukpakam, AKP Nasri Ginting memperlihatkan barang bukti kejahatan tiga pelaku hipnotis Selasa, (24/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Siti Fatimah (49), tersangka yang diduga melakukan hipnotis meminta wartawan tidak meneruskan pertanyaan terkait anaknya yang juga ada menjadi anggota polisi dan PNS. Informasi yang didapatkan www.tribun-medan.com, anak kandung Siti sudah ada yang menjadi PNS dan anggota polisi berpangkat Bripda bertugas di Kepulauan Riau.

Ketika hal ini disinggung Siti bermohon agar anak-anaknya itu tidak disangkut pautkan dalam kasusnya.

"Kalau yang itu aku mohon sekali lah jangan ditanya. Enggak usahlah, minta tolong aku, enggak ada sangkut pautnya mereka," pinta Siti sembari terus menutupi wajahnya dengan kerudung saat diwawancarai wartawan.

Baca: Polsek LubukpakamTangkap 3 Pelaku Hipnotis

Siti yang ditangkap oleh petugas Polsek Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, mengaku pernah belajar untuk memperdayai orang dari kenalannya yang tinggal di Lombok. Menurutnya tidak ada ritual apapun untuk memperdaya orang lain.

"Bukan hipnotis. Ya memang kita ajak cerita dan cuma modal mulut saja. Saya dulu pernah belajar di Lombok," kata Siti yang ditemui pada saat Polsek Lubukpakam memaparkan kasus ini Selasa, (24/4/2018).

Ia menyebut sebenarnya korban Novrida Nainggolan tidak akan terpengaruh apabila memang korban tidak tergiur dengan untung. Saat itu Siti sempat menyamar menjadi warga Lubukpakam dan dua tersangka lain Acil Bambang (46) dan Yahya Yadi (48) berpura-pura menanyakan dimana ada penjual telur asin sebanyak 10 ribu butir.

Siti berdalih mau melakukan kejahatan ini lantaran saat ini suaminya yang juga tersangka yakni Yahya Purba sudah tidak lagi bekerja. Dulunya Yahya merupakan seorang pekerja bongkar muat.

"Hasilnya untuk kebutuhan saja. Kalau di Lubukpakam baru sekali ini saja. Di Tebingtinggi dan Parapat pernah juga dicoba tapi enggak berhasil," kata Siti. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help