Pengendara Terjebak Longsor Dua Jam, Jembatan Hite Tano Amblas karena Hantaman Arus Air

Jalan Tarutung-Sipahutar dan Tarutung-Pahae tertutup tanah longsor.Kondisi itu mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas.

Pengendara Terjebak Longsor Dua Jam, Jembatan Hite Tano Amblas karena Hantaman Arus Air
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Kondisi jembatan Hite Tano di Kecamatan Sipahutar amblas akibat dihantam tanah longsor. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, TAPUT - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara hingga Selasa (24/4/2018), berdampak terjadinya tanah longsor di perlintasan Jalan Tarutung-Sipahutar dan Tarutung-Pahae. Keadaan ini juga mengakibatkan arus lalu lintas mengalami gangguan.

Di beberapa titik ruas jalan Tarutung - Sipahutar dan Tarutung - Pahae  tertutup tanah perbukitan yang longsor. Kondisi itu mengakibatkan arus lalu lintas mengalami gangguan.

Jalur perlintasan yang dianggap vital di Desa Onan Runggu I Kecamatan terganggu. Jembatan Hite Tano amblas akibat hantaman air dan kondisi itu sangat membahayakan pengemudi kendaraan.

Tudak itu saja, akibat tanah longsor ruas jalan juga tertutup. Kemacetan juga sempat terjadi, dan masyarakat berupaya mengatasi.

Warga Desa Onan Runggu I bersama petugas dari UPT Bina Marga Provsu dan petugas Polsek dan Koramil Sipahutar langsung turun ke lapangan untuk membantu membersihkan tumpukan tanah. Alat berat dari UPT Dinas Bina Marga Provsu juga diturunkan untuk membersihkan tumpukan.

Proses pembersihan tumpukan tanah longsor berlangsung selama dua jam. Tumpukan tanah longsor sempat memenuhi sepanjang pinggiran jalan.

Situasi serupa terjadi di ruas Jalan Tarutung-Pahae. Tumpukan tanah longsor menutupi ruas jalan yang posisinya berada di Desa Pancur Napitu Kecamatan Siatas Barita. 

Mengantisipasi terjadinya kemacetan, di lokasi ini petugas dari Balai Besar Jalan Nasional dan warga yang dibantu dengan alat berat diterjunkan ke lapangan untuk membersihkan tumpukan tanah longsor. Sebelum dibersihkan, pengemudi dan warga yang melakukan perjalanan jauh dari Sipahutar menuju Tarutung sempat kesulitan.

Jhon Siahaan (27), warga setempat yang juga pengendara menyebutkan kondisi perlintasan memang rawan. Apalagi, kala hujan turun pinggiran badan jalan memang kerap amblas.

"Memang jalan-jalan di sini kerap amblas kalau hujan turun. Persoalannya kalau sudah longsor begini, wah jadi terganggu perjalanan,"ujarnya. (cr1/tribunmedan.com)
 

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help