Bayek Bongkar Hitung-hitungan PAD PD Pasar, Rusdi Klaim 2017 sebagai Prestasi Tertinggi

PAD dari PD pasar tidak berkontribusi besar, sedangkan dana yang dikucurkan APBD cukup besar

Bayek Bongkar Hitung-hitungan PAD PD Pasar, Rusdi Klaim  2017 sebagai Prestasi Tertinggi
Tribun Medan / Tommy
Anggota DPRD Medan, Mulia Asri Rambe 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banyaknya permasalahan pasar di Kota Medan, mulai dari revitalisasi hingga retribusi, mendapat sorotan DPRD Medan. Ditambah lagi, Pendapatan Aset Daerah (PAD) dari PD pasar, tidak berkontribusi besar, sedangkan dana yang dikucurkan APBD cukup besar.

Anggota Komisi C DPRD Medan, Mulia Asri Rambe mengatakan, DPRD mempertanyakan kinerja dari PD Pasar Pemko Medan. Sebab, sejauh ini PD Pasar telah melakukan sejumlah revitalisasi pasar. Bahkan, dari 54 pasar yang dikelola dan dipungut retribusi, tidak membuat kontribusi PD Pasar terhadap PAD besar. Bahkan, sumbangsih PAD dari PD Pasar sangat jauh di bawah ekspektasi.

Pria yang akrab disapa Bayek tersebut pun dari 54 pasar di Kota Medan yang dikelola PD Pasar, kontribusi terhadap PAD tidak mencapai Rp 1,7 miliar.

"Itu yang selalu saya sampaikan, gak ngerti juga apa kerja PD Pasar ini. Bayangkan dari 54 pasar, kontribusi PAD mereka 2017 tidak sampai Rp 2 miliar. Sekitar Rp 1,6 hingga 1,7 miliaran. Sedangkan dana dikeluarkan untuk mereka itu dari APBD Rp 41 miliar,"katanya Selasa (24/4/2018).

Disampaikannya, retribusi pedagang yang dipungut dari 24 pasar di Kota Medan, tidak tahu kemana rimbanya.

"Retribusi itu dikemanakan? Satu pasar seperti Pasar Marelan saja, satu tahun sekitar Rp 900 juta. Bagaimana pasar lainnya, terus dikemanakan uang itu? Ini harus diaudit,"ungkapnya.

Dikatakannya, Komisi C DPRD Kota Medan terus mempertanyakan hal ini, bahkan pihaknya akan kupas tuntas serta meminta keuangan PD Pasar diaudit. Sebab, tidak berkontribusi besar pada PAD, sedangkan hitungan retribusi cukup besar.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, mengungkapkan sepanjang tahun 2017 pihaknya menghasilkan laba atau keuntungan sebesar Rp1,673 miliar lebih di luar pajak.

"Dari jumlah itu, sebesar Rp 200 juta lebih disetorkan sebagai pajak. Jadi, laba bersih yang kami terima sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Dari laba bersih itu, 50 persen di antaranya disetorkan ke kas Pemko Medan sebagai deviden,"ungkap Rusdi saat LKPJ di ruang Banggar DPRD Medan.

Halaman
12
Penulis: Ryan Achdiral Juskal
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help