Dairi Unggul

Eddy Berutu Calon Terkaya pada Pilkada Dairi 2018, Lihat Total Hartanya

Pengumuman itu dilakukan di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Eddy Berutu Calon Terkaya pada Pilkada Dairi 2018, Lihat Total Hartanya
Tribun Medan/Tommy
Eddy Berutu menerima ulos dari masyarakat Desa Jumagerat Kecamatan Tigalingga, Senin (2/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dua pasangan calon Bupati Dairi yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Pengumuman itu dilakukan di Aula Raja Inal, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (24/4/2018).

Pada LHKPN itu diketahui bila Calon Bupati Dairi Nomor Urut, Eddy Keleng Ate Berutu menjadi yang terkaya. Eddy Berutu yang melaporkan harta kekayaan pada 19 Januari 2018, diketahui memiliki total kekayaan mencapai Rp 61.554.918.948.

Total kekayaan itu berasal dari tanah dan bangunan, alat transportasi (kendaraan), harta bergerak lainnya serta kas dan harta lainnya.

Setelah Eddy Berutu, disusul Calon Wakil Bupati Dairi Nomor Urut 1, Azhar Bintang yang disebutkan memiliki total kekayaan mencapai Rp 10.475.000.000. Jumlah merupakan pelaporan yang dilakukan Azhar Bintang pada 9 Januari 2018.

Depriwanto Sitohang berada diurutan ketiga setelah tercata memiliki kekayaan mencapai Rp 2.067.766.566. Calon Bupati Dairi Nomor Urut 1 itu melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada 7 Januari 2018

Sedangkan Jimmy Andrea Lukita Sihombing memiliki total kekayaan sebesar Rp 1.342.923.594. Namun, di LHKPN itu tercatat bila Calon Wakil Bupati termuda di Pilkada Dairi ini memiliki utang sebesar Rp 1,2 miliar.

Terkait hasil LHKPN milik empat peserta Pilkada Dairi 2018 itu, anggota KPU Dairi Divisi Hukum, Veryanto Sitohang menjelaskan tidak menerima hasil launching LHKPN yang diekspos KPK tersebut.

"Kami tidak ada menerima berkas LHKPN para paslon karena tidak ada peraturan yang mengatur. Kami hanya melakukan pengecekan tanda terima dari KPK sebagai persyaratan paslon pada Pilkada," Veryanto Sitohang, Rabu (25/4/2018).

(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help