Perempuan Berambut Gonjes Ini Beralasan Stres hingga Memakai dan Nekat Edarkan Sabusabu  

Dari belakang rumah ditemukan satu buah plastik kantongan warna hitam berisi berisi 20 paket narkotika jenis sabusabu.

Perempuan Berambut Gonjes Ini Beralasan Stres hingga Memakai dan Nekat Edarkan Sabusabu  
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Perempuan 46 tahun yang menjadi pelaku tindak kejahatan narkoba saat diperiksa penyidik di Mapolres Tobasa. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TOBASA - Wanita  berusia 46 tahun, inisial SH menjadi tersangka pelaku tindak pidana narkotika dan meringkuk di Penjara Mako Polres Tobasa, Rabu (25/4/2018). SH tertunduk saat diwawancarai, namun tatapannya tajam.

Perempuan berambut gonjes itu dibekuk pada Minggu 15 April 2018 di Desa Simatibung Kecamatan Laguboti Kabupaten Tobasa.

Kasat Narkoba Polres Tobasa, Budi Ginting mengatakan pada hari Minggu, tanggal 15  April 2018 sekira pukul 14.00 WIB SH ditangkap. SH ditangkap di sebuah rumah di Desa Simatibung Kecamatan Laguboti Kabupaten Tobasa. "Dia kami tangkap setelah terbukti memiliki sabu,"jelasnya.

Dari pelaku ditemukan barang bukti berupa 22 paket narkotika jenis sabusabu. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah. Dari belakang rumah ditemukan satu buah plastik  kantongan warna hitam berisi satu bungkusan plastik klip dan satu buah kotak kacamata yg berisi 20 paket narkotika jenis sabu dan satu buah karet dot.

Selain itu, dari kamar mandi ditemukan dua buah pipa kaca pirex bekas pakai berisi diduga narkotika jenis sabu dan 1 satu buah bong/alat hisap sabu. Karenaya Personil Sat Narkoba  membawa pelaku serta barang bukti ke Polres Tobasa untuk diperiksa dan penyidikan lebih lanjut.

Saat ini barang bukti yang telah ditahan yakni, 22 paket diduga narkotika jenis shabu bruto 21 gram. Dua buah pipa kaca pirex berisi diduga narkotika jenis shabu. Satu bungkusan plastik klip, satu buah karet dot, dua buah mancis. Kemudian satu alat hisap sabu, satu kotak kacamata, satu kantongan plastik warna hitam dan satu unit handphone merk Nokia warna biru.

Sementara itu, SH kepada Tribun menyampaikan faktor yang membuatnya melakukan aksinya. Disebutnya, ketika sudah menjanda tahun 1992 dirinya frustasi menyekolahkan anak-anaknya.

Sejak suaminya meninggal, SH hanya tinggal bersama dua anaknya. Satu dari dua anaknya saat ini sedang menjalani perkukiahan di Pulau Kalimantan dan memutuhkan biaya.

"Anakku butuh biaya, aku tak tahu harus bagaimana,"klaimnya meyampaikan alasannya.

Katanya, dia mendapat sabu dari Marga Sitorus di Medan yang konon saat inibsedang diburu. Sitorus

mengirim sabu kepada SH melalui Angkutan Tao Toba Indah dalam bentuk paket tanpa sepengetahuan Sopir. 

Disebutnya, sabu itu dia edarkan hingga ke Siborong-borong Tapanuli Utara. Mayoritas, pembeli yang menjadi targetnya adalah pemuda. (cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help