Dua Keluarga Korban Kecelakaan Maut Dapat Santunan Kematian dari Jasa Raharja

Keduanya adalah keluarga korban laka lantas di Jalan Lintas Tanah Jawa dan laka lantas beruntun bus Paradep dengan dua truk.

Dua Keluarga Korban Kecelakaan Maut Dapat Santunan Kematian dari Jasa Raharja
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Keluarga korban meninggal dunia akibat laka lantas diberikan santuan kematian dari PT Jasa Raharja. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, RAYA - Dua keluarga mendapatkan santunan jaminan kematian pasca terjadinya dua kejadian kecelakaan berujung korban meninggal dunia. Keduanya keluarga korban laka lantas di Jalan Lintas Tanah Jawa dan laka lantas beruntun bus Paradep dengan dua mobil truk.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar, Deddy Irawan mengatakan dua kejadian laka lantas berujung maut, terjadi di wilayah PT Jasa Raharja Perwakilan Pematangsiantar pada tanggal 24 April 2018. Kejadian pertama merupakan laka lantas antara Angkutan Pedesaan CV Ganda Trans kontra Truck yang terjadi di Km 4-5 Jurusan Tanah Jawa-Mandogei pukul 16.00 WIB, yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia seorang siswa SMA Methodis, Rahul Sanjaya Putra Silalahi.

"Kurang dari 24 jam, petugas Jasa Raharja, Surya Abdi Sastra melakukan jemput bola untuk melengkapi dokumen ahli waris korban di Hutabaru, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun. Pukul 15.00 santunan sudah dibayarkan melalui transfer ke Ibu korban selaku ahli waris," kata Deddy Irawan, Kamis (26/4/2018)

Kejadian kedua merupakan kecelakaan beruntun pada hari yang sama, 24 april 2018 sekitar pukul 19.30 WIB antara Bus CV Paradep Trans BK 7357 UD kontra Dump Truck TNKB dan Mobil Box BK 9107 MO di Jlalan Umum Km 16-17 arah Pematangsiantar-Medan. Mengetahui kejadian ini, petugas Jasa Raharaja, Chairul Ramadhan Nasution dan Surya Abdi Sastra bergerak menuju TKP untuk memastikan kejadian.

Diketahui, kejadian ini menimbulkan satu korban meninggal dunia, sembilan korban luka-luka yang dirawat di RS Horas Insani Pematangsiantar, RS Mina Padi dan RS Colombia Asia Medan. Pihak Jasa Raharja pun menanggung seluruh korban luka-luka telah mendapatkan jaminan biaya perawatan maksimal 20 juta.

"Korban meninggal dunia laka beruntun ini adalah Ibnu Sabil usia 25yang beralamat di Bukit Maraja, Nagori Marihat Bukit Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Korban merupakan kondektur dari bus tersebut. Kurang dari 24 jam seluruh kelengkapan ahli waris berhasil dilengkapi oleh keluarga korban dan santunan kematian telah dibayarkan oleh PT Jasa Raharja," pungkas Deddy Irawan. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help