Kok Bapak Baru Sekarang Menerima Surat Kami? Warga Marah di Kantor DPRD Deliserdang karena Hal Ini

"Sebenarnya siapanya yang menahan surat kita itu pak?. Mengapa bapak baru sekarang menerima surat kita," teriak warga.

Kok Bapak Baru Sekarang Menerima Surat Kami? Warga Marah di Kantor DPRD Deliserdang karena Hal Ini
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Ketua Persatuan Arih Ersada, Sembol Ginting (baju biru) menenangkan warga lainnya ketika mengikuti RDP dengan DPRD Deliserdang Kamis, (26/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga dari lima desa dari Kecamatan Biru-Biru di kantor DPRD Deliserdang sempat berlangsung memanas Kamis, (26/4/2018). Hal ini lantaran begitu kecewanya masyarakat dengan sikap yang ditunjukkan oleh dewan karena permohonan mereka untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas persoalan pembangunan Waduk Lau Simeme tidak ditanggapi.

"Sebenarnya siapanya yang menahan surat kami itu pak?. Mengapa bapak baru sekarang menerima surat kami," teriak warga bersahut-sahutan.

Saat itu Ketua Komisi A, Abdul Rahman yang memimpin RDP ini bersama rekannya Kuzu Wilson Serasi Tarigan sempat menyampaikan permintaan maafnya. Ia menyebut saat itu permohonan warga secara tertulis baru diterima Komisi dihari yang sama.

"Saya janji saya akan terus berjuang atas hal ini. Belum didisposisikan ke kita (Komisi A) permohonan bapak dan ibu," katanya.

Mendengar hal itu satu persatu warga pun saling sahut menyahut. Mereka dengan keras meminta dewan menyebutkan siapa aktor yang telah menahan permohonan mereka. Merekapun tampak marah-marah dengan kondisi ini.

Beruntung saat itu suasana langsung dingin setelah Ketua Persatuan Arih Ersada, Sembol Ginting yang merupakan pemimpin perkumpulan mereka berhasil menenangkan suasana. Ia menyebut agar hal itu tidak lagi dipersoalkan karena bukan itulah akar persoalan yang mereka hadapi. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help