Home »

Cetak

Pengacara Ini Kaget, Terdakwa Pemalsuan Oli hanya Dituntut Denda Rp 15 Juta

Pada persidangan kemarin terdakwa memohon majelis hakim tidak menjatuhi sanksi pidana padanya

Pengacara Ini Kaget, Terdakwa Pemalsuan Oli hanya Dituntut Denda Rp 15 Juta
TRIBUN MEDAN
Terdakwa Andy alias Asiang saat menjalani sidang dengan agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Andy alias Asiang, terdakwa kasus dugaan pemalsuan merek Federal Oil dituntut membayar denda Rp 15 juta subsider tiga bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Pada persidangan yang berlangsung di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan, JPU dihadapan
ketua majelis hakim Syafril Batubara, dijerat dengan Pasal 102 UU No 20 Tahun 2016 tentang Merek.

"Menuntut agar terdakwa Andy alias Asiang membayar denda Rp 15 juta subsider tiga bulan kurungan," ucap JPU Maria Tarigan pada persidangan yang berlangsung, Rabu (25/5).

Baca: Kemendag Menguak Pemalsuan Dokumen Impor, Terindikasi 25 Ribu Data

Baca: Kasus Pemalsuan Dokuman, Kejati Sumut Nyatakan Berkas Perkara JR Saragih Lengkap

Baca: Mengurai 7 Fakta JR Saragih yang Ditetapkan sebagai Tersangka Pemalsuan Ijazah SMA

Pada persidangan kemarin terdakwa langsung membacakan nota pembelaannya (pledoi). Saat itu Andy memohon majelis hakim tidak menjatuhi sanksi pidana padanya.

"Dia (terdakwa) tidak memproduksi dan hanya membeli dari online. Olinya juga belum diedarkan dan baru disimpan di gudang," ujar JPU Febrina Sebayang yang dimintai tanggapannya usai persidangan.

Rencananya sidang dengan agenda putusan akan digelar pada pekan. Sementara itu, terkait tuntutan JPU, kuasa hukum pelapor M Rofiaddin menyatakan tuntutan tidak mencerminkan fakta persidangan.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help