Sumur Minyak Ilegal Meledak di Aceh, Korban Tewas 18 Orang dan Luka 41, Berikut Nama-namanya!

Sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Desa Pasi Putih, Kabupaten Aceh Timur, meledak

Sumur Minyak Ilegal Meledak di Aceh, Korban Tewas 18 Orang dan Luka 41, Berikut Nama-namanya!
Kolase Serambinews.com
Sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Desa Pasi Putih, Kabupaten Aceh Timur, meledak pada Rabu (25/8/2018) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sumur minyak di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Desa Pasi Putih, Kabupaten Aceh Timur, meledak pada Rabu (25/8/2018) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), terdapat 18 orang tewas dan 41 luka‑luka.

Kejadian serupa ternyata sudah beberapa kali terjadi akibat ulah pengebor illegal (illegal drilling), penambang tradisional.

Kapolres Aceh Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wahyu Kuncoro mengatakan, sumur minyak tradisional di Aceh Timur terus menyemburkan api setinggi belasan meter. Karena itu, pihak kepolisian melakukan evakuasi kepada warga untuk menjauh di radius 100 meter.

"Kami melakukan evakuasi kepada warga di sekitar lokasi, sehingga radius 100 meter harus kosong. Kami juga membuat tanggul supaya tumpahan minyak tidak menjalar kemana‑mana," ujar Wahyu Kuncoro saat dihubungi Tribun Medan/Tribun‑Medan.com, Rabu (25/4/2018).

Ia menjelaskan, terlaksananya pembuatan tanggul berkat kerja sama antara Pemerintah Aceh Timur bersama kepolisian.

Selanjutnya, ada lima rumah yang dikosongkan karena berdekatan dengan semburan api itu.

Bila minyak sudah tumpah alias keluar dari perut bumi, maka berbondong‑bondong mengambilnya.
"Warga sekitar berbondong-bondong, menganggap tumpahan minyak sebagai berkah dan mereka jual ke pasar agen. Pengeboran dilakukan di halaman rumah warga yang berjarak 20‑30 meter. Pengeboran gunakan alat tradisional," katanya.

Ia menuturkan, penyidik sedang melakukan pendalaman sebab kebakaran dan meminta bantuan tim ahli dari Pertamina maupun Medco. Tim yang dibentuk akan menyusun startegis teknis mengentikan api yang membumbung tinggi ke udara.

"Para korban dikirim ke Rumah Sakit Adam Malik, RSUD Zubir Mahmud, RS Graha Bunda Aceh Timur, RSU Sultan Salahudin, dan RSU Langsa. Satu pasien yang dibawa ke Medan sudah meninggal dunia," ungkap Kapolres.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help