Massa Protes Tugu Sang Naualuh Belum Dibangun

Sejumlah orang yang menamakan diri Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu menggelar unjuk rasa ke Gedung DPRD Pematangsiantar

Massa Protes Tugu Sang Naualuh Belum Dibangun
Tribun Medan/Dedy
Maket Tugu Sangnaualuh 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sejumlah orang yang menamakan diri Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu menggelar unjuk rasa ke Gedung DPRD Kota Pematangsiantar, di Jalan Adam Malik, Kamis (19/4)

Massa yang berjumlah 200 orang tersebut mengklaim bertindak untuk dan atas nama seluruh suku Simalungun bertujuan menyampaikan sikap dan permohonan dan mengkritisi kebijakan Wali Kota Siantar, Hefriansyah. 

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI) Jan Wiserdo Saragih yang ikut dalam aksi tersebut menyampaikan, ada beberapa poin kebijakan Wali Kota Siantar yang tidak mengakomodir suku Simalungun. Termasuk di antaranya persentase orang Simalungun yang diberi jabatan birokrasi dalam pemerintahan. 

"Permohonan pembangunan tugu Sang Naualuh Damanik sudah hampir 10 tahun tidak jadi, tetapi pembangunan tugu becak yang dibawa penjajah dalam waktu singkat langsung dibangun, ditempatkan di pusat kota pada posisi strategis," katanya. 

Baca: Keluarga Ahli Waris Berharap Tugu Raja Sang Naualuh Damanik Segera Dibangun

"Enam orang direksi PDAM dan PD PHJ tidak seorang pun dari putra Simalungun, tetapi justru didatangkan dari luar Kota Pematangsiantar. Pada pengangkatan Sekda pun, Wali Kota mengangkat yang bukan Simalungun, dan mendatangkan dari luar Siantar," tambahnya.

Massa pun diajak bermediasi di ruang komisi I yang dihadiri anggota DPRD Siantar, yakni, Frans Bungaran dan Hotmaulina. Frans pun menjelaskan bahwa tertundanya pembangunan tugu Sangnaualuh dikarena belum menemukan lokasi yang tepat meski sudah dimusyawarahkan dengan pihak keturunan dan keluarga Sangnaualuh. Frans juga menyebutkan untuk anggaran tugu Sangnauluh, telah masuk dalam anggaran APBD sebesar Rp 3 miliar. 

"Untuk tugu sudah dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan pihak terkait. Tinggal kesepakatam di mana akan dibangun. Anggarannya sudah ada itu Rp 3 miliar dari APBD," kata Frans.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help