Tunda Pembahasan LKPJ di DPRD, Kadisperindag Pilih Pertemuan Bersama Pengusaha

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Deliserdang mengaku kecewa

Tunda Pembahasan LKPJ di DPRD, Kadisperindag Pilih Pertemuan Bersama Pengusaha
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN
Lima orang anggota Pansus LKPJ DPRD Deliserdang tampak berbincang-bincang usai pelaksanaan pembahasan, Senin (23/4/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com, PAKAM - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Deliserdang mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Deliserdang, Kamis (19/4). Kekecewaan ini muncul setelah Kadisperindag, Ramlan Refis lebih memilih pertemuan dengan pengusaha dibanding dengan anggota Pansus untuk melakukan pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2017. Sesuai jadwal harusnya pembahasan dilakukan pukul 09.00 WIB namun hingga pukul 10.50 WIB tidak ada satupun perwakilan Dinas yang datang ke dewan. 

Di dalam ruangan, Sekretaris Pansus, Misnan Al Jawi menunggu bersama-sama dengan beberapa anggota dewan lain seperti Darwis Batubara, Rusmani Manurung dan Marajaksa Harahap.

"Ini namanya Dewan gak dihargai sama dinas. Masa sampai sekarang gak ada yang datang, apa maksudnya ini," ucap Misnan, politisi asal PPP.

Para anggota dewan sempat sepakat akan membubarkan diri jikalau hingga pukul 11.00 WIB Dinas juga tidak hadir. Namun kurang dari lima menit, Sekretaris Disperindag pun datang seorang ini. Ia datang meminta maaf menyampaikan apa yang terjadi.

" Mohon maaf pak. Bapak Kadis kebetulan ada pertemuan juga sama pengusaha di Resto Budaya Tanjung Morawa soalnya," kata Tedi.

Baca: Anggota Dewan Asik Tidur Pulas Saat Rapat Paripurna Bahas LKPj Walikota Siantar

Saat itu anggota dewan meminta agar pembahasan dengan Disperindag diundur dulu. Misnan saat itu meminta agar pada saat pertemuan nanti Disperindag dapat menyiapkan bahan dengan lengkap. Dikatakan Misnan, setelah paparan pada pertemuan rapat maka akan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.

"Apa gak penting rupanya rapat ini?. Siapkan saja bahan bahan kalian. Setelah kalian paparkan nanti di sini kita mau cek juga kelapangan apa-apa yang sudah dikerjakan. Sampai malam pun gak masalah. Bantuan-bantuan yang kalian sudah berikan itu apa saja mau kita lihat. Dimana kalian buat pasar murah siapkan, nanti kita mau cek. Bagunan apa yang sudah kalian buat mau kita cek," kata Misnan.

Pelaksanaan pembahasan LKPJ tahun anggaran 2017 tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan, pada tahun ini selain melakukan pembahasan di kantor, anggota dewan juga melakukan tinjauan langsung ke lapangan untuk melihat bagaimana anggaran digunakan. Pengecekan kondisi bangunan yang dibangun oleh Dinas dilihat langsung oleh dewan.

"Ya memang iya. Sekarang kita harus turun langsung kita ngecek bagaimana sebenarnya yang dikerjai sama dinas-dinas ini. Kita kan mau menjalankan tugas dan fungsi kita sekarang ini," ucap Misnan.

Baca: Sebelum Paripurna LKPj Dimulai, Pimpinan Fraksi DPRD Berbincang dengan Wali Kota

Anggota Pansus, Darwis Batubara tidak sependapat kalau sekarang ini dewan dibilang seram. “Bukan seram, tapi dewan semakin sadar tugas dan fungsinya," kata Darwis.

Pembahasan LKPJ yang dilakukan dewan bersama Organsasi Perangkat Daerah (OPD) sudah dimulai sejak 18 hingga 21 April 2018. (*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help